poskomalut.com
baner header

Harga Cengkih di Morotai Anjlok

MOROTAI-PM.com, Petani cengkeh di Pulau Morotai sekarang ini hanya bisa pasrah dengan harga cengkih yang terus turun.

Harga cengkih kering yang biasanya dibandrol Rp 90 sampai dengan Rp 100 ribu per kilogram. Kini, turun hingga Rp 45- sampai dengan Rp 50 per kilogram. Padahal, harapan petani cengkih di masa Pandemi coronavirus (covid-19) ini, harga cengkih bisa naik untuk bisa memenuhi kebutuhan keluarga.

“Tentu rugi lah, harga anjlok, harga tak sesuai dengan tong punya tenaga. Harapan ke Pemda terkait tentu memperhatikan soal harga cengkih, dan bukan cuman cengkih tapi, pala dan lain-lain agar sesuai dengan tong punya kerja hari-hari. Kalau harga sama dengan sekarang ini, belum lagi cuaca kurang bagus kita tetap rugi, kita berharap harga naik seperti per kilo Rp 70-80 ribu itu saja cukup,” ungkap Jabir Barani, salah satu petani cengkih di Morotai kepada wartawan, Rabu (8/7).

Hal ini dibenarkan Nurdin Jaenu, salah satu pembeli cengkih Desa Gorua Kecamatan Morut bahwa harga cengkih saat ini cukup murah. “Keuntungan tidak besar. Kalau jual mentah satu cupa itu Rp 2.000-3.000 ribu. Kalau cengkih kering per kilo Rp 45-50 ribu,” akunya.

Ia mengaku,  tidak bisa membeli cengkih dengan harga tinggi karena belum ada pembeli dari luar. Sementara dirinya menjual ke pedagang lokal yang tinggal di Desa Bere Bere. “Kalau di tahun kemarin harganya tinggi dibandingan dengan sekarang, kita rugi dengan harga per kilo Rp 45-50,” tutupnya.

Sementara, akademisi Universitas Pasifik (Unipas) Morotai Irfan Hi Abd Rahman mengatakan, perputaran uang di Morotai saat ini sangat lambat, baik sebelum corona hingga kini dan itu  sangat berpengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Morotai. Menurutnya, harapan masyarakat Morotai khususnya para petani cengkih di musim panen ini, bisa bangkit dengan menjual hasil panennya. Sayangnya, tidak sesuai dengan harapan.

Dia mendesak, Pemda Morotai untuk segera mengintervensi harga cengkih. “Rakyat lagi susah saat ini, Pemda Morotai harus intervensi dengan membeli hasil perkebunan rakyat. Saya usulkan Pemda Morotai dan Perusda Niaga Pasifik beli cengkih masyarakat, jangan hanya beli usaha yang lain tetapi cengkih saat ini harus jadi prioritas dalam rangka mendorong kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (Ota/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: