Hippamoro Doakan Benny-Asrun Terkena Virus Corona

Hippmamoro Doakan Pemimpin Yang Zalim Terkena Virus Korona. Hal ini disampaikan saat demo soal penembakan hewan ternak di depan kantor Bupati

Buntut Kebijakan Tembak Tempat Ternak Warga

MOROTAI-PM.com, Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Morotai (Hippamoro) Provinsi Maluku Utara (Malut) mendoakan, agar Bupati dan Wakil Bupati Pulau Morotai, Benny Laos-Asrun Padoma, agar terkena virus corona.

“Laknatlah para penguasa yang tidak pro terhadap kepentingan rakyat Pulau Morotai. Berikanlah musibah berupa penyakit virus corona ke pemimpin zalim,” ungkap Sabiin Asar, saat aksi Hippamoro Malut, Senin (17/02/2020).

Aksi yang dilakukan Hippmamoro Malut ini, bentuk protes atas
Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 tahun 2018 tentang penertiban hewan ternak.

"Itulah Do'a anak-anak negeri, semoga Do'a yang kami
lantunkan ini yang baik untuk rakyat, yang baik untuk gerakan ini dan yang
buruk untuk penguasa yang telah menjalimi kepentingan rakyat di Kabupaten Pulau
Morotai," tambahnya.

Sementara Zunajar Sibua, pendemo lainnya menuntut, agar
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) Pulau Morotai dan petugas TNI-Polri yang
tergabung dalam Satgas Morotai Datebi yang melakukan penembakan hewan ternak
liar dalam penegakan Peraturan Daerah (Perda) nomor 5 tahun 2018 tentang hewan
ternak liar, harus bertanggungjawab. Karena bagi mereka, penembakan
tersebut tidak sesuai dengan apa yang dituangkan dalam Perda. 

"Dalam Perda nomor 5 tahun 2018 tidak ada yang mengatur
proses tembak menembak. Maka atas nama Hippamoro kami mengecam tindakan barbar
yang dilakukan pihak petugas yang menembak hewan ternak warga selama beberapa
pekan terakhir," kesal Zunajar

Ia menerangkan, dalam Pasal 9 ayat (1) dan (2) Perda nomor 5
telah dijelaskan, bahwa Pemerintah Daerah dapat memberi bantuan kepada
masyarakat yang tidak mampu untuk membuat kandang disetiap desa. Itu artinya,
Pemkab bertanggungjawab untuk memberikan fasilitas bagi warga pemilik ternak
berupa kandang, sehingga ternak-ternak liar bisa ditertibkan dengan cara yang
lebih baik.

"Kami meminta kepada Satpol PP agar baca kembali aturan tersebut. Jangan asal menambak,"terangnya. (ota/red)

Komentar

Loading...