Jatah BBM Morotai 735 Ton

ilustrasi BBM

MOROTAI-PM.com, Kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) Kabupaten Pulau Morotai yang diberikan pertamina di tahun 2020 menjadi 735 ton. Jatah ini naik 10 persen, jika dibandingkan tahun 2019 berkisar 700 ton. Kenaikan kuota itu karena dibangunnya premium Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SPKT) di Desa Daeo, Kecamatan Morotai Selatan (Morsel).

“Untuk di SKPT Daeo itu kuota BBM perbulannya 80 ton (20 ton
solar dan 60 ton premium), tapi kuota ini khusus subsidi kepada nelayan yang
ada di Morotai," jelas Kepala Disperindagkop Pulau Morotai, Welhelmus
Sahuleka saat ditemui Posko Malut, Rabu (22/1/2020). 

Dari 735 ton yang diberikan pertamina, terbagi dari beberapa
jenis BBM, yakni minyak tanah (mita) 260 ton, premium (bensin) 360 ton dan
solar 115 ton. Kuota ini dinilai terlalu sedikit, jika dibandingkan dengan
jumlah kendaraan di Morotai, seharusnya kebutuhan kuota BBM Morotai per bulan
perlu direalisasi di angka 2.000 ton.

"Ini kita sudah usulkan ke Badan Pengatur Hilir Minyak
dan Gas (BPH Migas), tapi sampai saat belum ditindaklanjuti," akui
Welhelmus. 

Untuk harga eceran tertinggi (HET) Mita, sejauh ini belum
ada perubahan harga. Harga masih tetap menggunakan harga HET yang ditetapkan
2019 kemarin. 

Wilhelmus juga mengaku, pengawasan distribusi Bahan Bakar
Minyak (BBM) bersubsidi di kabupaten Morotai sangat minim. Hal ini karena
terkait minimnya anggaran pengawasan yang ada di Disperindakop.

"Soal jumlah pegawai kurang, pegawai terbatas, tra ada
anggaran pengawasan, kita  awasi saat distribusi saja, tra mungkin torang
baku jaga 1x24 jam," keluh Welhemus.

Meskipun tidak ada anggaran, tetapi pihaknya tetap melakukan
pengawasan karena menjadi tanggungjawab Perindakop. Sementara itu, jika terjadi
penyalahgunaan BBM bersubsidi, dirinya meminta masyarakat untuk membantu,
melakukan pengawasan sehingga distribusinya tepat sasaran.

"Kami juga ada dengar katanya ada penyalahgunaan, tapi itu tidak difoto, dicaritau jenis BBM itu subsidi atau tidak, misalnya Organda kemarin katanya ada yang temukan tapi tidak kuat harus di foto, bapak bapak wartawan juga ada fungsi pengawasannya," harpanya. (ota/red)

Komentar

Loading...