DPMD Buta Verefikasi Administrasi

Kades Terpilih Desa Gayok Halut Diduga Gunakan Ijazah Palsu

Laporan dugaan penggunaan ijazah palsu oleh kuasa hukum Sadikin Teky.

TOBELO-PM.com, Kepala Desa Gayok Kecamatan Kao, Halmahera Utara yang baru saja terpilih pekan kemarin diduga menggunakan ijazah palsu. Ini terungkap setalah ada sejumlah kejanggalan saat proses screning bakal calon Kepala Desa Goyak.

Diketahui, awalnya dalam proses screning, kades terpilih tidak terdaftar. Namun, dalam daftar pencalonan terpampang nama kades tersebut.

Meski kades terpilih tersebut menggunakan ijazah palsu, namun pihak panitia Pilkades Kabupaten Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Halut dianggap buta dalam memverifikasi administrasi calon kades.

Merasa dirugikan dengan adanya penggunaan izasa palsu pada saat pencalonan, salah satu calon kades bersama kuasa hukumnya Sadikin Teky lantas mengajukan laporan polisi.

Kuasa Hukum Sadiki Teky mengatakan, dirinya diberikan kuasa oleh pelapor yang merasa dirugikan kades terpilih dalam pencalonan pilkades lantaran menggunakan izasa palsu.

"Kami mengungkap bahwa ada laporan salah satu peserta calon kades di Desa Gayok terkait dengan ijazah palsu yang digunakan kades yang sudah dilantik Bupati Halut Frans Manery," ujar Sadikin.

Sadikin menjelaskan dalam proses screning, nama skades terpilih tidak ditemukan dalam daftar peserta bakal calon kades Desa Gayok.

Anehnya, kata Sadikin, dalam daftar peserta pencalonan, nama kades pengguna ijazah palsu itu terdapat dalam bursa kandidat cakades Desa Gayok.

"Kami sudah tanyakan ke Kadis DPMD, Wenas Rompis, namun jawaban yang disampaikan itu hanya salah pengetikan. Kami merasa ganjil dengan ijazah paket B yang diduga palsu, sehingga berdasarkan rapat beberapa tetua di Desa Gayok, berdalil jika ijazah paket B terbukti palsu," ungkapnya.

"Jadi pelapor telah didampingi kuasa hukum atas nama Rizky Septian, Rudi Arif Kasim, dan Sodikin Teky mengajukan laporan pemalsuan dokumen di SPKT Polres Halut sejak tanggal 6 November 2021," sambungya.

Sadikin mengaku, saat ini laporan tersebut sudah ditangani penyidik Polres Halut, Iptu Yakup Puasa, dan telah memeriksa pelapor dan beberapa saksi. Bahkan, pelaku pengguna ijazah palsu telah diperiksa pada Sabtu 27 November 2021 pekan kemarin.

"Harapannya pihak penyidik dapat memproses laporan kami berdasar hukum dan rasa keadilan," harap Sadikin. (Mar/red)

Komentar

Loading...