poskomalut.com
baner header

Kejati Malut Tangani 1.079 Perkara di tahun 2019

TERNATE-PM.com, Sepanjang tahun 2019, Kejaksaan tinggi (Kejati) Malut menangani 1.079 perkara, dengan rincian 1.053 perkara untuk tindak pidana umum. Sementara tindak pidana khusus terdapat 26 perkara. Jumlah perkara tersebut, diterima dari Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kejaksaan se-Provinsi Malut. Hal ini disampaikan langsung Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Andi Herman didampingi Assintel, Asspidum, beserta Asspidsus dalam Jumpa Pers, Rabu (8/1/2020) kemarin.
Dalam rincian perkara tindak pidana umum tersebut meliputi tindak pidana harta benda sebanyak 312, kemudian keamanan Negara sebanyak 640 perkara, serta tindak pidana Narkotika sebanyak 101 perkara.
“Hanya SPDP tindak pidana terorisme yang tidak ada. Dari 1.053 SPDP itu menjadi 973 berkas perkara yang tersisa 53 perkara yang semantara dalam proses penyilidikan,” katanya dihadapan wartawan.
Menurutnya, ada 4 perkara yang menonjol yang menjadi perhatian masyarakat di tahun 2019, yakni kasus pemerkosaan disertai pembunuhan Kiki Kumala dengan terdakwa Muhmaamd Irwan Tuturima dituntut JPU seumur hidup, putusan hukuman mati. Kasus ini sementara proses banding yang belum incrach. Kemudian dugaan kasus penistaan agama dan pemalsuan surat dengan terdakwa Endang Retnasari, Liem Sio Lan yang dituntut JPU hukuman penjara, putusan pengadilan bebas. Sementara JPU melakukan kasasi.

Selanjutnya kasus perbankan atau investasi bodong PT. Karapoto dengan terdakwa Nurrizkiah Julianti alias Anti yang dituntut JPU 10 Tahun, putusan pengadilan 10 tahun penjara. Sementara terdakwa dalam proses banding. Terdakwa Jonior Joko Satrio dituntut JPU 10 Tahun, putusan pengadilan 9 tahun penjara yang semenatara terdakwa masih mikir-mikir. Terakhir terdakwa Fitri Puspita Hapsari yang dituntut JPU selama 13 Tahun penjara hingga sejauh ini beluam ada putusan pengadilan.
“ Untuk penanganan perkara tindak pidana korupsi untuk tahap penyilidikan tahun 2019 sebanyak 12 perkara. Untuk tahap penyidikan sebanyak 4 perkara, tahap penuntutan sebanyak 7 perkara, tahap prapenuntutan 2 perkara. Semenatara perkara tindak pidana khusus lainya (TKPL) hanya 1 perkara,” tandas Andi seraya mengakui pada 2019 lalu pihaknya berhasil mengembalikan uang ke kas negara sebesar Rp 1,55 miliar dari perkara dugaan korupsi proyek reklamasi Facei Fagudu. (Nox/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: