Kouta Subsidi BBM di Halut Kecil, Nelayan Ancam Boikot SPBU Perikanan

Ilustrasi nelayan

TOBELO-PM.com, Dampak dari Carut marut soal Bahan Bakar Minyak (BBM) Subsidi jenis Pertalite rupanya juga dirasakan Ribuan Nelayan Halmahera Utara. Buktinya Kouta subsidi BBM Jenis Pertalite di SPBU Perikanan diperuntuhkan untuk Nelayan sangat kecil. Hal itu membuat Nelayan mengancam bakal memboikot SPBU Perikanan.

Pasalnya, para Nelayan alami kesulitan dalam memenuhi BBM subsidi, hingga para Nelayan yang tersebar di Tobelo Halut itu terpaksa nekat tekor dalam hasil penangkapan ikan. Sebab, harga ikan yang jatuh membuat para Nelayan was was saat melaut. Sejumlah nelayan yang menyampaikan keluhan dan sikap itu tersebar di Ratusan Nelayan Tolonuo, Nelayan TPI, Kumo, Kakara, dan Rawajaya. Mereka pun bersikap nekat bakal memboikot SPBU Perikanan jika Kouta BBM subsidi tidak ditambahkan.

Kordinator Nelayan Halut Sofyan Peleger mengatakan, sangat miris kouta BBM subsidi untuk para Nelayan di SPBU Perikanan Halut. Betapa tidak, kouta subsidi BBM untuk Nelayan itu sangat kecil. Bahkan satu perahu Nelayan hanya mendapat kouta 5 liter. Sementara kebutuhan perhari untuk BBM jenis Bensin bagi nelayan memakan 50 liter sampai 70 liter Bensin per hari.

"Kondisi nelayan untuk mendapatkan BBM Subsidi sangat miris, sebab kouta yang disediakan oleh pertamina sangat kecil untuk Nelayan, ini membuat para Nelayan terancam tidak lagi beroperasi, dan akan berpotensi kemiskinan di Halut makin bertambah," Ujar Sofyan, Selasa (06/09).

Sofyan menegaskan, situasi nelayan saat ini, sangat memperhatinkan. Bahkan butuh perhatian besar Pemerintah dalam menekan penambahan penyediaan BBM subsidi jenis pertalite.

"Jika Pemerintah maupun Pertamina tidak dapat menambah Kouta BBM untuk Nelayan maka, kami akan konsuldasi ribuan Nelayan untuk memboikot SPBU Perikanan sampai ada penambahan Kouta BBM jenis pertalite, apalagi saat ini harga BBM Jenis pertamax dan pertalite yang suda naik gila gilaan, tentunya Nelayan membutuhkan BBM jenis subsidi," Akhirinya.(Mar/red)

Komentar

Loading...