poskomalut, Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Maluku Utara, Muhammad Sinen, menitipkan misi persatuan kepada Nasri Abubakar setelah dipercaya memimpin PORDI Kota Ternate periode 2026–2030.

Pesan tersebut menjadi penekanan utama Muhammad Sinen menyusul masih adanya sejumlah komunitas domino di Kota Ternate yang belum bergabung dalam wadah organisasi resmi PORDI.

Muhammad Sinen berharap, kepemimpinan Nasri tidak hanya berorientasi pada pengembangan prestasi olahraga domino, tetapi juga mampu menyatukan seluruh komunitas yang selama ini tumbuh secara terpisah.

Menurutnya, keberadaan PORDI Kota Ternate menjadi ruang bersama bagi seluruh pegiat domino untuk membangun kebersamaan, memperkuat organisasi, dan mengembangkan olahraga tersebut secara terarah.

“Harapan saya, mudah-mudahan Pak Nasri diberikan amanah ini mampu merangkul semua komunitas untuk bergabung dalam satu wadah yang namanya PORDI Kota Ternate,” ujar Muhammad Sinen.

Ia menyebut, selama masa kepemimpinannya di tingkat provinsi, dua kepengurusan PORDI kabupaten/kota telah diselesaikan dan dilantik, yakni Kota Ternate dan Kota Tidore Kepulauan.

Terbentuknya kepengurusan di tingkat kota diharapkan menjadi fondasi untuk memperluas pembinaan sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi domino di Maluku Utara.

Sementara, Ketua PORDI Kota Ternate, Nasri Abubakar, mengakui amanah yang diberikan melalui Musyawarah Daerah (Musda) I PORDI Kota Ternate merupakan tanggung jawab besar.

Nasri menegaskan, konsolidasi dan penyatuan komunitas menjadi prioritas pertamanya sebelum melangkah pada agenda peningkatan prestasi olahraga domino.

Ia mengungkapkan, saat ini terdapat sejumlah kelompok yang membentuk komunitas domino di luar PORDI.

Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan melalui pendekatan dan komunikasi dengan seluruh pihak.

“Tugas saya yang pertama adalah bagaimana saya bisa mengonsolidasikan komunitas-komunitas di luar PORDI. Mudah-mudahan kita bisa bersatu kembali dan berkumpul dalam wadah PORDI Kota Ternate,” kata Nasri.

Nasri menilai olahraga domino semestinya menjadi sarana pemersatu, bukan ruang yang memisahkan para pegiatnya ke dalam kelompok-kelompok berbeda.

Karena itu, ia berharap seluruh komunitas dapat membuka diri untuk membangun kebersamaan di bawah naungan PORDI.

Setelah konsolidasi organisasi berjalan, Nasri menargetkan pengembangan prestasi domino di Kota Ternate agar mampu bersaing dengan daerah lain di Maluku Utara.

Mag Fir
Editor