OPD Tidak Efektif Penyebab APBD Halut Defisit

Wakil Ketua Komisi II DPRD Halut, Fahmi Musa.

TOBELO-PM.com, Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Halmahera Utara (Halut) disenyalir tidak bekerja efisien dalam mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun anggaran 2020-2021. Ini disampaikan Wakil Ketua Komisi II DPRD Halut, Fahmi Musa, Minggu (21/11/2021).

Menurutnya, para kepala OPD yang dipercayakan membantu kabinet Bupati dan Wakil Bupati Halut, Frans Manery-Muhlis Tapi Tapi (FM Mantap) dinilai tidak memiliki kemampuan dalam menggenjot PAD.

Fahmi mengaku prihatin dengan kondisi APBD Halut yang mengalami defisit ratusan miliar, akibat dari ketidaksesuaian antara belanja dan pendapatan.

"Biaya belanja lebih besar ketimbang pendapatan. Salah satunya PAD yang ditargetkan Rp150 miliar, namun sampai akhir tahun ini yang digarap baru sebesar Rp30 meliar lebih," ujarnya.

"Tahun anggaran APBD 2021 mengalami defisit karena salah satunya target PAD yang tidak maksimal oleh sejumlah OPD. Padahal tinggal satu bulan kedepan Pemda sudah tutup buku tahun anggaran 2021, namun pada capaian PAD masih terlihat rendah alias jongkok," sambungn Fahmi.

Dikatakanya, untuk menutupi kebocoran pajak disektor jasa restoran, hotel, rumah makan dan fasilitas yang bisa dikejar Pemda Halut, sejumlah OPD disektor parwisata, perikanan, RSUD, perhubungan, dan perdagangan harus lebih efektif dalam mendorong pencapaian PAD.

"Namun, beberapa OPD tersebut tidak mampu dalam menggenjot PAD. Oleh karena itu perlu adanya evaluasi terhadap OPD tersebut," ujarnya.

Fahmi menawarkan perlu adanya pengadaan alat transaksi digital seperti tapping box. Langkah itu menurut dia, dalam rangka mendukung program smart city yang dilakukan secara terintegrasi.

"Beberapa kota di Indonesia telah diberlakukan. Sehingga target peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Halut pada tahun anggaran 2022 bisa mencapai target," pungkasnya. (Mar/red)

Komentar

Loading...