poskomalut, Badan SAR Nasional (BASARNAS) Ternate mengungkap penyebab kapal PM Indriyani terbalik lalu tenggelam di Perairan Bibinoi, Halmahera Selatan (Halsel), karena cuaca ekstrem.

Kapal Longboat berukuran 6 GT (Groos Ton) itu diketahui bertolak dari Pelabuhan Pasar Baru Babang menuju Pigaraja sekitar pukul 14.00 WIT membawa 59 penumpang.

Memasuki Teluk Bibinoi, kapal dihantam gelombang setinggi 1,5 hingga 2 meter, mengakibatkan air masuk ke dalam kapal. Kapal-pun terbalik dan tenggelam.

“Kalau dari sisi kami saat ini cuaca ekstrem, dimana angin sangat kencang dari 15 hingga 20 knot,” kata Kepala BASARNAS Ternate, Iwan Ramdani saat dikonfirmasi awak media, Jumat (23/1/2026).

Iwan menuturkan, pada pukul 16.30 WIT, pihaknya menerima laporan dari Kepala Desa Bibinoi yang mengetahui insiden tersebut.

Selanjutnya laporan diterima USS HALSEL (Kantor SAR Ternate) dan meminta perbantuan SAR.

Sekitar pukul 16.50 WIT, Tim Rescue USS Halsel bergerak menuju LKK menggunakan truck personel dan membawa Rubber Boat dan Mopel.

Selanjutnya, tim berkoordinasi dengan unsur/potensi SAR terkait dan mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan Puskesmas Desa Bibinoi. Tim ini sekaligus mendata dan memastikan kondisi korban.

Iwan menambahkan, upaya pencarian satu penumpang yang belum ditemukan dihentikan sementara karena cuaca buruk.

“Pencarian dilanjutkan pada Sabtu esok hari sesuai rencana operasi dimulai pada pukul 07:00 WIT,” tandas Iwan.

58 penumpang berhasil dievakuasi. Nurul Najwa, satu penumpang berusia 2 tahun meninggal dunia. Sisanya dalam kondisi selamat.

Salah satu penumpang belum ditemukan bernama Dr. Wildan (50), dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Khairun Ternate.

Mag Fir
Editor