poskomalut.com
baner header

Proyek Rp 24 M Milik Unipas Morotai Bermasalah

MOROTAI-PM.com, Proyek multiyears pembangunan gedung Rektorat, Auditorium dan laboratorium Universitas Pasifik (Unipas) Morotai senilai Rp. 24 miliar yang dikerjakan PT. Rajawali Indah Permasi dengan kontraktor Tonny Talehala, diduga bermasalah dengan waktu pekerjaan.

Pasalnya, proyek bernilai puluhan miliar yang bersumber dari APBD Morotai tahun 2019-2020 hingga 2021 itu, hingga kini fisik bangunannya belum dikerjakan. Bahkan berdasarkan data yang dikantongi Posko Malut, proyek itu baru dikerjakan pada awal Januari. Padahal, proyek itu seharusnya sudah mulai dikerjakan tahun 2019. Anehnya, saat ini terhenti dan hanya menyisahkan fondasi bangunan.

“Kita juga bingung, proyek multi years, tapi sampai sekarang belum dikerjakan,” kata salah satu Mahasiswa Unipas Morotai kepada media ini, Kamis (27/02/2020).

Selain itu, proyek puluhan miliar yang dibangun di Kampus Lemonade ini, tidak memiliki papan Proyek. “Ini sudah menyalahi aturan, proyek nilai puluhan miliar, tapi tidak ada papan proyeknya. Kami minta dinas terkait segera tindaklanjuti ini,” pintanya.

Kadis PU Morotai Abubakar A Rajak, ketika dikonfirmasi di kantornya mengakui, jika proyek yang menguras APBD Morotai puluhan miliar ini jalan ditempat, sehingga membuat geram dirinya. Untuk itu, PU Morotai telah melayangkan teguran kepada kontraktor.

“Sudah, Saya sudah layangkan surat teguran ke mereka (PT. Rajawali Indah Permai). Bahkan yang kita layangkan surat teguran itu termasuk papan proyeknya yang tidak ada. Sebenarnya mulai di kerjakan itu Januari 2019, jadi alasannya karena lahan belum dibebaskan. Padahal mereka bisa bangun yang lain dulu, tapi mereka mau karja satu kali, agar alat berat turun satu kali,” akuinya.

Terkait masalah pembebasan lahan, menurutnya, itu bukan wilayah Dinas PU, sehingga dirinya menyarankan agar segera berkoordinasi dengan bagian pemerintahan. Sebab, itu menjadi tanggungjawab bagian tersebut.

“Alasan tanah di Lap itu belum selesai, dan soal tanah itu bukan urusan kita (Dinas PU), itu urusan Pemerintahan,” katanya dengan nada sedikit kesal. (ota/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: