poskomalut.com
baner header

Setelah Diperkosa, Perempuan Asal Braha Jailolo Diancam Dibunuh

WEDA-PM.com, Apes benar nasib NN alias Mila (19), sudah dituding selingkuh dengan seorang pengawas Proyek. Perempuan kelahiran Braha Kec Jailolo Selatan Halbar 6 Juni 2000 itu, saat itu juga harus kehilangan kehormatanya setelah digagahi oleh RM alias Alaba (23), Senin (6/1/2020) sekitar pukul 00.30 wit.

Informasi yang dihimpun, pelaku yang merupakan redifis kasus pencabulan pada tahun 2015, ini melancarkan aksi bejatnya ketika korban meminta pelaku untuk mengantarnya ke rumah kakak korban di depan RSU Weda.

Sebelum meminta pelaku mengantranya, awalnya, korban bertengkar dengan istri seorang pengawas proyek karena dicurigai selingkuh dengan suaminya. Dari situ korban diminta oleh temanya yang bernama Rosdiana untuk menghindar agar tidak lagi terjadi pertengkaran.
Lantaran sudah dirasuki nafsu serakah, tiba-tiba dalam perjalanan tepatnya di rumah dinas kesehatan depan rumah sakit Weda, pelaku yang baru saja keluar dari penjara itu membelokkan motor yang dikendarainya ke jalan menuju kantor dinas kesehatan.

Korban yang melihat pelaku membawa sebuah gunting langsung melompat dari atas motor lantaran takut, korban langsung melarikan diri dengan luka pada bagian tangan kiri akibat loncat dari motor.
Namun pelaku masih saja mengejar korban, dan apesnya korban yang hendak menenangkan diri lantaran baru saja bertengkar dengan istri seorang pengawas proyek ini berhenti di jalan karena pusing. Disitu, pelaku kemudian menarik rambut korban dan membantingnya ke aspal, selanjutnya pelaku menyeret korban di semak-semak, dan menarik celana korban. Bukan itu saja, pelaku juga mengancam akan membunuh korban dengan gunting. Korban yang sudah tidak bisa berbuat apa-apa karena takut akan dibunuh, langsung diperkosa oleh pelaku sebanyak dua kali.

Kasat Reskrim Polres Halmahera Tengah, IPTU Effan Sulaiman, dikonfirmasi membenarkan kejadian ini. Perwira pertama dengan pangkat inspektur Polisi satu ini mengatakan, pelaku bukan hanya menyetubuhi korban, tapi juga dengan mengancam akan membunuh korban apabila melaporkan aksi bejatnya tersebut.

Kasat mengatakan, korban setelah diperkosa meminta pelaku untuk mengantarnya ke depan RSU Weda, namun pelaku masih juga melakukan ancaman akan membunuh jika pelaku lari dan lapor.”Pelaku karena takut langsung berteriak, dan saat itu teriakan korban di dengar oleh Kakak korban. Setelah keluar kakak korban mengejar pelaku tapi tidak berhasil karena pelaku melarikan diri,” kata Kasat, Senin (6/1/2020).

Pelaku saat ini sudah diamankan di sel tahanan Polres Halteng. Pelaku di tangkap di Desa Were Kecamatan Weda, di salah satu pos yang tidak jauh dari rumah pelaku. (msj/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: