Siswi di Morotai Kembali Dicabuli, Pelakunya Guru Pula

Ilustrasi.

MOROTAI-pm.com, Dunia pendidikan Morotai semakin tercoreng dengan ulah tenaga pengajarnya. Kasus pencabulan siswa terhadap siswa kembali terjadi.

Jika sebelumnya pelaku pencabulan siswa merupakan satu kepala sekolah dan guru kelas, kali ini aktornya juga mempunyai profesi yang sama, yakni oknum pengajar di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Morotai.

Adalah guru matapelajaran Pendidikan Jasmani (Penjas) berinisial RA. Ia diduga kuat melakukan pencabulan terhadap salah satu siswi kelas 8 itu dengan cara memberikan janji beasiswa kepada Mawar (nama Samaran) agar RA bisa melakukan tindakan asusilanya.

Sesuai informasi dikantongi media ini, peristiwa itu terjadi pada 30 Agustus 2022 lalu. Di mana RA meminta kepada siswa/siswi balik sekolah sore dengan kegiatan penempelan struktur organisasi kelas. Dari dari delapan siswa yang balik sore tiga di antaranya perempuan.

Saat mau pulang RA diduga sudah memiliki niat jahat dengan menahan Mawar dan memintanya pergi ke ruangan yang tidak memiliki CCTV sembari memberikan janji akan memberikan beasiswa.

Hanya saja, tawaran RA itu ditolak anak didiknya itu. Setelah ditolak, RA tak kehabisan cara. Ia kemudian meminta Mawar untuk membersihkan WC, dengan alasan terdapat kelas yang akan ditukar untuk belajar.

Selain itu, kelas yang ditunjuk pun tidak ada layar CCTV. Saat di dalam WC, RA pun ikut masuk hanya saja korban melawan. Tindakan pelaku diduga melecehkan Mawar itu terjadi korban turun dari anak tangga. Saat itu RS langsung memeluk korban dari belakang dan memegang payudara (maaf) korban.

Tindakan bejat RA itu ternyata dilakukan di depan dua rekan Mawar.

"Yang RA lakukan pelecehan terhadap anak di bawah umur itu di hadapan dua teman korban," ungkap salah satu sumber terpercaya kepada media ini.

Kejadian itu juga dibenarkan Jacklyn Syah, salah satu guru yang konsen terhadap perempuan dan anak.

Jacklyn mengungkapkan kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oknum guru terhadap siswinya itu sudah dilaporkan ke Polres Morotai untuk diproses hukum.

"Laporannya masuk 6 September 2022. Saya sendiri yang melaporkan ke Polres," ungkapnya.

Setelah melapor, lanjut dia, penyidik juga sudah memintai sejumlah saksi-saksi termasuk pemeriksaan terhadap terduga pelaku.

"Kemarin pas pemeriksaan ada dari LBH, dan Dinsos juga yg dampingi, sudah periksa Saksi di ambil orang tua korban, dan 2 teman korban yang liat saat pelaku memegang, oknum guru itu juga sudah diperiksa,"terangnya.

Sementara, Kapolres Morotai melalui Kasi Humas, Bripka Sibli Siruang dikonfirmasi membenarkan laporan tersebut.

"Iya, masalah tersebut LP nya sudah di meja penyidik PPA Sat Reskrim Polres Pulau Morotai dan saat dalam proses penyelidikan," katanya.

Komentar

Loading...