Takut Divaksin, Sebagian Warga Morotai Timur Lari ke Hutan

Ilustrasi Divaksin

MOROTAI-PM.com, Sejumlah warga yang tinggal di Kecamatan Morotai Timur (Mortim) dikabarkan menolak untuk divaksin Covid 19 oleh petugas kesehatan. Penolakan ini karena masyarakat takut jika efek samping vaksin Sinovac tidak bisa di prediksi 5 sampai 10 tahun kedepan.

"Masyarakat di Mortim menolak divaksin, karena sampai saat ini tidak tahu jenis obat dan campurannya yang ada dalam vaksin, masyarakat juga tidak tahu efek samping 5 sampai 10 tahun mendatang, jika hari ini belum tapi 10 tahun mendatang seperti apa, apalagi yang divaksin itu manusia,"ungkap salah satu warga kepada wartawan ini, Senin (8/2/2021).

Menurutnya, setelah vaksin itu dibawah ke Kecamatan Mortim, masyarakat mulai gusar karena informasinya masyarakat akan divaksin. "Kalau tidak percaya, silahkan di surfei ke masyarakat, berapa banyak yang menolak dan menerima,"jelasnya.

Bahkan, saat ini ada sejumlah masyarakat yang lebih memilih untuk masuk ke hutan karena tidak mau di suntik. "Ada yang sudah tidur di kebun, ada yang bikin rumah kebun karena tidak mau di vaksin,"ungkapnya kembali.

Terkait itu, Kadis Kesehatan Kabupaten Pulau Morotai dr Julyus Gischard Kroons ketika dikonfirmasi wartawan terkait warga Mortim yang menolak di vaksin. Hingga berita ini diturunkan, Kadinkes belum memberikan tanggapan. (Ota/red)

Komentar

Loading...