poskomalut.com
baner header

Terkena Radikalisme, Oknum Polwan Dipecat

TERNATE-PM.com, Anggota Polisi Wanita (Polwan), yang bertugas di Polda Malut, Rini Ilyas yang terindikasi paham radikal, akhirnya dipecat dari kepolisian melalui sidang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

Sedangkan rekannya, Bripda Nesti Ode Samili, yang sempat diamankan Polda Jawa Timur saat berada di Bandara Juanda, Sidoarjo, Ahad (26/5) lalu, baru diajukan untuk PTDH.

Kapolda Malut Brigjen Pol. Suroto ketika dikonfirmasi Posko Malut, Selasa (1/10/2019) membenarkan, pemecatan anggotanya, Bripda Rini. Sementara Bripda Nesti Ode Samili baru diajukan untuk PTDH, karena tidak mau lagi jadi anggota polisi.

Jenderal bintang satu itu mengatakan, sebelumnya Polda Malut sudah berusaha melakukan pembinaan paska Bripda Nesti ditangkap Polda Jatim di Surabaya, dan dikembalikan ke Polda Malut. Hanya saja, keduanya tampak tidak ingin lagi menjadi anggota kepolisian. 

Diketahui Bripda Nesti Ode Samili dan Bripda Rini meninggalkan tugas sebagai Polisi Wanita yang bertugas di Direktorat Krimilan Umum (Ditkrimum) Polda Malut sejak April 2019 lalu. Diduga kuat mengikuti paham radikalis.

Bripda Nesti merupakan warga Kecataman Obi Halmahera Selatan (Halsel) yang berhasil diamankan dan dibawa pulang ke Polda Malut untuk dilakukan pembinaan agar tidak lagi mengikuti paham Radikalisme.

Namun pembinaan terhadap Bripda Nesti tak membuakan hasil, buktinya Bripda Nesti kembali kabur tanpa diketahui tempat tujuan sejak akhir bulan Agustus 2019 lalu alias meninggalkan tugas sebagai polisi sudah satu bulan lebih, sehingga dilakukan PTDH,  sedangkan Bripda Rini hingga kini belum ditemukan. (red)

Artikel ini sudah pernah diterbitkan di SKH Posko Malut, edisi 2 Oktober dengan judul “Anut Paham Radikal Oknum Polwan Dipecat”

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: