poskomalut.com
baner header

Wakil Rakyat Morotai Sampaikan Hasil Reses

MOROTAI-PM.com, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Rabu (19/02/2020) menggelar paripurna penyampaian hasil reses masa persidangan ke-III tahun anggaran 2019. Paripurna itu dihadiri oleh belasan anggota DPRD, Bupati Morotai Benny Laos, Forkompimda, pimpinan SKPD dan lainnya.

Ketua DPRD Pulau Morotai Rusminto Pawane, saat memimpin sidang paripurna yang didampingi Wakil Ketua I DPRD Judi R.E. Dadana menjelaskan, Kabupaten Pulau Morotai mempunyai beberapa isu strategis di tengah perjalanan Pemerintah devinitif ini, yakni pertama Pemerataan ketersediaan dan penigkatan kualitas infrastruktur berupa jalan, air bersih, dan sanitasi. Kedua, penigkatan sarana prasarana serta tenaga SDM pada bidang Pendidikan dan kasehatan.

Ketiga, optimalisasi pengembangan potensi pariwisata dan nilai tambah sektor-sektor unggulan pertanian dan perikanan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Keempat, peningkatan kapasitas ASN sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan kelima, menjaga kelestarian lingkungan untuk pembangunan yang berkelanjutan.

”Namun DPRD Kabupaten Pulau Morotai mengkerucutkan menjadi 3 bidang untuk mampertajam kemana arah pembangunan di tahun anggaran 2020, yakni Bidang Pemerintahan, Bidang Infrastrukmr, Bidang Kesejahteraan Rakyat yang diperoleh berdasarkan masing-masing Dapil anggota di wilayah Kabupaten Pulau Morotai, dan disesuai dengan arah kebijakan pembangunan tahun 2020 yaitu menempakan infrastruktur, SDM, dan pelayanan publik untuk meningkatkan produktifitas dan nilai tambah yang telah terurai di dalarn Iampiran dokumm pokok-lokok pikiran DPRD,” jelas Rusminto.

Irwan Soleman mewakili sejumlah anggota DPRD Dapil I Kecamatan Morsel, merangkum dan menyampaikan  semua aspirasi, agar bisa ditindaklanjuti oleh Bupati Morotai. Misalnya saat anggota DPRD Judi R. E.Dadana, melakukan reses di Daeo Majiko, masyarakat meminta Pemda melalui Dikbud untuk penambahan RKB SD GMIH Daeo Majiko, serta pembuatan pagar SD GMIH dan reahabilitasi gedung gereja.

Fahri Hairuddin saat reses mendapatkan aspirasi masyarakat, misalnya  instansi terkait agar air bersih yang disalurkan ke masyarakat disterilkan terlebih dahulu, meminta kepada Pemda melalui instansi terkait untuk melakukan pembabasan lahan dan perluasan Desa Daruba Pantai untuk pemukiman warga, mengusulkan kepada DPRD agar fasilitasi terkait upah gaji penyapu jalan dan meminta kepada instansi terkait, agar masyarakat nelayan di daruba pantai mendapat bantuan armada tangkap.

Sedangkan Suaib Hi Kamil saat reses Desa Kororai, ada beberapa keluihan disampaikan, yakni penambahan tenaga bidan di Pustu setempat, permintaan penambahan tenaga guru SD, pembangunan suwering sepanjang 200 meter, nelayan meminta bantuan kepada instansi terkait untuk pembuatan rompong ikan.

Sementara M. Rasmin Fabanyo, saat reses di wilayah Desa Morodadi, mendapat permintaan warga, terkait pembuatan jalan aspal sepanjang 500 meter, pembuatan jaringan air bersih, pemasangan lampu jalan sebanyak 12 titik, pemerataan pemberian dapur sehat dan RTLH bagi masyarakat. Selain itu, saat Irwan Soleman melakukan reses di Wawama Juanga, menyerap aspirasi masyarakat, misalnya menyelesaikan sengketa di RT 05, meminta pada Pemda segera membangun jalan setepak, air bersih, polindes dan pembangunan lapangan olahraga di desa juanga, meminta kepada instansi terkait agar memberikan bantuan colbox(penambung ikan) untuk nelayan desa juangan dan pandaga.

Sementara reses yang dilakukan oleh Rusminto Pawane, mendapatkan usulan masyarakat, misalnya usulan wilayah reses Desa Leo-leo Rao, meminta kepada instansi terkait melengkapi fasilitas sekolah dan pembangunan rumah guru, serta penambahan guru di tingkat pendidkkan dasar, penambahan tenaga medis dan polindes, meminta kepada BPN morotai untuk mengurus sertifikat tanah masyarakat melalui prona, meminta pembangunan rumah ibadah, pembangunan jaringan air bersih, meminta kepada Pemda segera membangun talut penahan ombak.

Sedangkan politisi Demokrat Hi Zainal Karim melakukan reses di desa Daruba juga mendapati sejumlah masalah, seperti soal pembebasan lahan untuk pembangunan rumah di Daruba di seputaran empang dan kuburan, masalah dapur sehat dan RLTH dan lainnya. (ota/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: