Warga Morodadi Swadaya Bangun Rumah Milik Noni

Masyarakat Morodadi Kecamatan Morsel secara swadaya bangun rumah milik Noni, salah satu warga asal Jawa di Morodadi

MOROTAI-PM.com, Sikap gontong royong diperlihatkan warga Morodadi, Kecamatan Morotai Selatan (Morsel). Para warga ini dengan swadaya membangun rumah milik Noni (58), salah satu warga asal Jawa Timur.

Rumah Noni yang dibangun sejak belasan tahun lalu oleh
pemerintah. Kini, sudah rusak parah. Rumah yang berukuran sekitar 4x6 meter
berdinding papan dan ditutupi seng itu ternyata sudah rusak. Bahkan, rumah itu
dianggap tidak layak lagi lantaran sejumlah kayu maupun papan sudah mulai
lapuk.

Melihat itu, warga Morodadi kecamatan Morsel, Sabtu (7/03),
puluhan warga Morodadi bekerjasama dengan aparat desa termasuk belasan anggota
kepolisian dari Polsek Morsel bahu membahu melakukan perbaikan rumah tersebut.

Berdasarkan pantauan koran ini di lokasi pembangun, swadaya
masyarakat setempat dan juga bantuan dari aparat kepolisian. Misalnya, bantuan
masyarakat dalam bentuk uang, dalam bentuk seng, kayu dan lainnya. Begitu juga
bantuan dari pihak kepolisian misalnya tempat tidur, sembako dan sejumlah
barang lainnya.

"Beberapa hari lalu, kami bersihkan lokasi rumahnya,
tadi (kemarin) kita perbaiki rumah milik Noni, kami warga Morodadi bekerjasama
dengan Babinkamtibmas dari bapak bapak kepolisian yang tugasnya di sini
(Morsel), karena kami anggap layak untuk diperbaiki," jelas Johan
Mardiono, salah satu tokoh masyarakat Morodadi ketika ditemui koran ini di
lokasi pembangunan.

Menurutnya, perbaikan rumah itu inisiatif warga dengan
menyediakan bahan bangunan, termasuk sejumlah bantuan dari pihak kepolisian.

"Ada yang kasih seng, ada yang kasih lata, dan lainnya.
Memang Noni ini sekarang tinggal sendirian karena suaminya Hamzah beberapa
tahun kemarin menghilang, makanya atas dasar inisiatif warga desa dan pihak
kepolisian, kami langsung perbaiki," terang Johan yang juga mantan Kades
Morodadi itu.

Ia berharap, dengan adanya kegiatan ini, bisa menjadi semangat baru dalam rangka menciptakan rasa kegotongroyongan dan solidaritas sesama warga maupun dengan instansi terkait. (ota/red)

Komentar

Loading...