poskomalut, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Ternate menangani kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Takome selama 21 hari.

Dalam proses tersebut, empat dari lima unit armada dikerahkan untuk memadamkan api sekaligus mengantisipasi munculnya titik api baru.

Kepala Bidang Damkar Kota Ternate, Ramli Soleman mengatakan, penanganan kebakaran dilakukan dalam dua tahap. Yakni 14 hari pada tahap pertama dan tujuh hari pada tahap kedua.

“Penanganan berlangsung selama 21 hari. Kami mengerahkan empat unit armada ke lokasi, sementara satu unit lainnya tetap disiagakan di kantor untuk mengantisipasi kebakaran di wilayah lain,” ujar Ramli saat ditemui di Kantor Damkar Kota Ternate, Rabu (28/10/2026).

Menurutnya, saat petugas tiba di lokasi, api telah meluas hingga lebih dari 50 persen area TPA.

Kondisi tersebut membuat proses pemadaman tidak mudah, terutama karena banyaknya titik api dan dugaan keberadaan gas metana yang berpotensi memicu penyebaran api.

Untuk memenuhi kebutuhan air, petugas mengambil pasokan dari kawasan Tolire Kecil.

Penanganan juga mendapat dukungan dari sejumlah pihak, termasuk unsur pekerjaan umum (PU) dan penggunaan alat berat untuk membantu petugas menjangkau area terdampak.

Ramli mengungkapkan, petugas harus bekerja hingga tengah malam selama proses penanganan.

Di tengah upaya pemadaman tersebut, seorang personel Damkar bahkan mengalami luka bakar pada bagian betis setelah terjatuh ke tumpukan material di lokasi kebakaran.

Meski demikian, kondisi kebakaran saat ini relatif terkendali. Namun, asap masih terlihat di sejumlah titik sehingga pemantauan tetap dilakukan untuk mencegah munculnya api kembali.

Sehari sebelum wawancara, tiga unit armada kembali dikerahkan untuk memantau kondisi lokasi. Petugas juga mendapat dukungan alat berat dalam upaya mengantisipasi munculnya titik api baru.

Berdasarkan perkiraan petugas, kandungan gas metana di lokasi kebakaran telah berkurang sekitar 80 persen.

Kendati demikian, sejumlah bagian di dalam tumpukan sampah masih sulit dijangkau air, sehingga kondisi di bagian tersebut belum sepenuhnya diketahui.

Terkait penyebab kebakaran, Ramli menegaskan pihak Damkar belum dapat memastikan pemicunya karena penyelidikan merupakan kewenangan kepolisian.

Sementara itu, total penggunaan air selama 21 hari penanganan masih dalam proses rekapitulasi berdasarkan catatan pemakaian harian.

Ramli menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu proses penanganan kebakaran di TPA Takome.

Ia berharap dukungan lintas instansi dapat terus memperkuat upaya pengendalian kebakaran dan mencegah munculnya titik api baru di lokasi tersebut. (SRI)