JAILOLO-PM.com, Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) memastikan penyuntikan vaksin Covid-19 diprioritaskan kepada tenaga kesehatan dan pendidikan. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Halbar Rosfintje Kalengit.
Menurutnya, jika pemerintah provinsi sudah mendistribusikan vaksin Covid-19 ke Pemda Halbar, makadiutamakan untuk tenaga kesehatan (Nakes), terutama Nakes yang bertugas dipuskesmas dan juga tenaga pendidikan.
“Soal vaksin masih diutamakan untuk Nakes dan nanti dikonfirmasi lewat SMS langsung dari Pemerintah Pusat ke masing-masing nomor Handphone Nakes,” ujarnya
“Kami juga bakal kirim data ke Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) dan Pusat Data Dan Informasi (Pusdatin) Kemendikbud RI untuk diverifikasi untuk tenaga pendidikan,” tambah Rosfintje.
Untuk jumlah keseluruhan Vaksin pihaknya belum tahu, karena masih memasukkan data ke Dikti dan juga Pusdatin. Dirinya menyebutkan, untuk masyarakat sendiri vaksinasi belum, mungkin pada tahap II karena pada tahap pertama ini untuk tenaga kesehatan.
“Olehnya itu sebelum digunakan vaksin kami dari Dinkes lakukan sosialisasi dulu kepada para tenaga kesehatan, karena ini sudah melewati proses pemeriksaan dan juga pengujian dari Badan Pengawas Obat Dan Makanan (BPOM), soal keamanan pasti sudah diantisipasi sebelumnya,” jelas Rosfintje.
Rosfintje juga menjelaskan, vaksinasi ini seperti imunisasi untuk kekebalan tubuh tapi sasarannya di usia 18 sampai 59 tahun.
Sementara itu salah satu Nakes di Halbar Opan saat dikonfirmasi mengaku, jika vaksin sudah tiba di Halbar maka dirinya siap untuk divaksin dan itu menjadi role model atau contoh untuk yang lain.
“Harus, masa orang kesehatan sendiri tidak mau gimana nantinya untuk masyarakat yang bakal divaksin pasti juga ragu-ragu,” cetusnya.
“Tidak bisa suudzon atau berprasangka buruk karena Pemerintah tidak mungkin punya keinginan untuk membunuh masyarakat nya sendiri, karena vaksin ini sudah lewat berbagai tahapan uji klinis oleh orang-orang yang berkompeten,” ungkapnya (mg01/red)