poskomalut, 2.700 warga Kabupaten Halmahera Barat terpaksa mengungsi akibat bencana banjir bandang pada Rabu (7/1/2026).
Tingginya jumlah warga yang mengungsi akibat banjir di sejumlah wilayah seperti Kecamatan Ibu, Jailolo Selatan, Ibu Selatan, Loloda Tengah, Sahu, Sahu Timur hingga Kecamatan Tabaru.
Berdasarkan keterangan Kapolres Halmahera Barat, AKBP Teguh Patriot, sejumlah wilayah tersebut tak hanya terdampak banjir, tetapi juga tanah longsor.
“Di Jailolo Selatan banjir pesisir dampaknya beberapa rumah rusak dan tidak ada korban jiwa,” kata Teguh saat dikonfirmasi, Kamis (8/1/2026).
Sementara, di Sahu ada dua kejadian bencana alam yakni banjir dan longsor. Dampaknya dua rumah rusak total dan 12 rumah juga terdampak.
Di Kecamatan Sahu Timur banjir cukup parah menyebabkan 158 rumah rusak berat.
Lanjut Kapolres menyampaikan, di Kecamatan Ibu baik Utara dan Selatan ada empat rumah rusak berat. Satu gudang kopra serta bangunan pasar ikan juga rusak total disapu banjir.
“Ada juga 127 rumah yang terendam banjir tapi tidak rusak dan masih layak digunakan. Kalau di Ibu Selatan yang hancur itu satu rumah makan dan satu rumah warga. Sementara Ibu Utara dua rumah hanyut atau hilang diterjang banjir,” terang Kapolres.
Lebih lanjut Kapolres menyampaikan, kalau di Loloda, bencana tanah longsor mengakibatkan 17 rumah rusak berat dan dua korban jiwa, tiga orang luka lukax
“Secara umum banjir sudah surut jadi fokus kami adalah evakuasi korban bahkan untuk pemulihan. Kita juga akan mengadakan rapat bersama Forkopimda Halbar untuk menentukan status bencana,” sambungnya.
Ia menuturkan, data sementara 2.700 warga sudah dievakuasi. Namun, masih angka itu visual atau sementara, karena belum semua desa yang dideteksi.
“Penyebabnya ada yang jembatan putus. Jembatan yang masih digunakan dan kami terjunkan personel untuk membantu evakuasi. Kami juga sampaikan imbauan, jambatan yang rusak itu jangan dilewati. Kalau akses yang putus kami komunikasi ke PUPR untuk membukanya,” tukas Kapolres.

Tinggalkan Balasan