JAILOLO-PM.com,  Dalam waktu dekat ini Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Rosfitje Kalengi dan Pihak Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) dipanggil untuk menanyakan progres pekerjaan pembangunan Puskesmas Kedi.

Sebab, bangunan Puskesmas Kedi, Kecamatan Loloda yang dikerjakan oleh CV. Gamalia dari tahun 2020 sekitar 6 bulan itu mulai ambruk. Pelaksanaan pembangunan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sekitar 6 miliar lebih itu pun baru dikerjakan sekitar 60 persen. Mirisnya, bangunan ini, mulai ambruk dari segi lesplang, dan keretakan dibagian dinding bangunan.

Wakil Bupati Djufri Muhamad kepada wartawan, Senin (22/3), usai meninjau proses pembangunan Puskesmas Kedi mengatakan, kondisi pekerjaan Puskesmas Kedi sangat memperhatinkan dan mengecewakan.

“Untuk itu nanti kita melakukan pengecek lagi kontraknya, lama pekerjaannya, nanati kita juga akan minta bangunan yang robok tadi agar secepatnya di binahi atau mungkin dibuat baru. Karena sangat di sayangkan dengan anggaran pembanggunan yang begitu besar, tapi pekerjaan di lapangan juga kurang baik, jadi setelah ini akan, saya akan laporkan ke pa bupati, mungkin kita akan evaluasi dengan pihak Dinas Kesehatan,” kata Djufri.

Djufri menegaskan, akan menegur CV. Gamalia karena terlambat melakukan pekerjaan puskesmas kedi. “Alasan dari pihak dinas Kesehatan (Rofinjte Kalengi) tadi keterlambatan pekerjaan itu juga disebabkan karena tarik menarik soal lahan. Sehingga ada keterlambatan dalam pembangunan yang dikerjakan,” ujarnya.

Untuk itu, kata Djufri, bakal memanggil Kadis Kesehatan dan PPK untuk mempertanyakan kejelasan keterlambatan pekerjaan dan juga mempertakan sebagian bangunan yang ambruk.

“Kita bakal lakukan evaluasi, Kita juga akan panggil pihak dinas, dan PPK. Nanti kita pertanyakan bagaimana sampai terjadi keterlambatan pekerjaan dan bagunun yang rusak,” tutupnya. (wm01/red)