JAILOLO-PM.com, Masyarakat Desa Moiso, Kecamatan Jailolo Selatan, Kabupaten Halmahera Barat, Jumat (30/4) pagi tadi memalang pintu utama kantor desa.

Aksi pemalangan itu dilakukan karena Kepala Desa Moiso Idris Gula dinilai tidak transparansi terkait Pengelolaan Dana Desa.

Ketua Pemuda Desa Moiso, Sahlan, saat dihubungi mengatakan, aksi pemalangan kantor desa tersebut sebagai bentuk kekecewaan warga terhadap kades karena tidak ada kejelasan dalam pengelolaan Dana Desa (DD).

“Ada terdapat 4 item pekerjaan yang masyarakat menduga ada indikasi penyelewangan anggaran, karena 4 item pekerjaan tersebut hingga saat ini tidak dapat dijelaskan oleh kepala desa,”katanya.

Sahlan bilang, warga juga mempertanyakan anggaran 4 item pekerjaan. Anggaran yang dialokasikan dengan ratusan juta tersebut namun kenyataannya di lapangan hampir seluruh tidak dapat terealisasi.

“Salah satunya pembangunan sarana Masjid dengan anggaran sebesar Rp 12.750.000 tahun 2017 tidak terealisasi. Kemudian pembangunan saluran drainase tahun 2016 dengan anggaran sebesar Rp. 256.960.000, dikerjakan tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB). Dalam RAB tersebut pekerjaannya 500 meter namun kenyataannya di lapangan dikerjakan hanya 400 meter,”ujarnya.

Sahlan menuturkan, penguatan kelembagaan PKK dengan anggaran Rp12,925,000 tidak terealisasi dan pengadaan obat rumput dengan anggaran Rp82.200.000 pada tahun 2020 sampai sekarang tidak terealisasi padahal anggarannya sudah dicairkan pada bulan November 2020.

Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat untuk bisa turun melihat persoalan tersebut.

“Kami tentunya meminta kepada Bupati, Kepala Kejaksaan, Kapolres dan Ketua dan anggota DPRD Kabupaten Halmahera Barat agar segera memeriksa keuangan desa untuk melakukan langkah hukum,”tegasnya.

Kepala Desa Moiso, Idris Gula saat dihubungi wartawan melalui sambungan telepon selulernya membantah adanya indikasi penyelewengan anggaran desa tersebut.

Ia menjelaskan, soal pengadaan obat rumput di tahun ini katanya sebagian barangnya sudah tiba di Ternate sebanyak 250 botol obat, yang di datangkan langsung oleh supplier.

“Sebagian barangnya sudah ada di Ternate, sisanya tanggal 10 baru supplier selesaikan karena sudah ada surat pernyataan dari yang bersangkutan ke saya, semisalnya kalau lewat tanggal 10 dan 11 maka dia (supplier) siap kembalikan dana belanjanya ke saya, tetapi saya akan segera ke Ternate untuk suruh dia (supplier) antar yang ada dulu,”tutupnya.(wm01/red)