MABA-pm.com, Selama empat tahun, asrama mahasiswa Halmahera Timur (Haltim) tidak dialiri air bersih.
Aset Pemda Haltim bertempat di Kelurahan Jambula, Ternate Pulau, Kota Ternate itu jumlah kamar sebanyak 40, satu mushalah dan satu gedung ruang aula.
Mahasiswa asal Halmahera Timur yang menempati asrama tersebut selama bertahun-tahun hanya bergantung pada air hujan. Mirisnya, mereka harus rela patungan untuk membeli air bersih yang ditampung dalam profil berukuran 1100 liter.
Ketua Umum SeOPMI-Haltim, Asyadi S Lajim dikonfirmasi mengatakan, Pemda Haltim tidak punya itikad baik mendukung pertumbuhan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam hal ini memperhatikan aset yang ditempati mahasiswa.
“Pemda Haltim tidak memprioritaskan fasilatas dan kemajuan pendidikan. Kenyataannya asrama mahasiswa dibiarkan tidak punya aliran air bersih,” ujarnya.
Dirinya menuturkan sejak 2021, ada dua anggota komisi II DPRD Halmahera Timur pernah meninjau asrama mahasiswa tersebut. Mereka adalah Bahmit Djafar dan Sabudi Darmawan.
“Jadi menurut Bahmit Djafar selaku Sekretaris Komisi II DPRD Haltim kepada beberapa mahasiswa asal Halmahera Timur, akan mendesak Pemda, dalam hal ini bidang aset agar secepatnya siapkan dokumen perencanaan, karena kami juga sudah melihat langsung kondisi asrama. Insha Allah kami akan tindak lanjut supaya secepatnya direhab dan yang harus diutamakan yaitu listrik dan air,” tutur Asyadi menirukan perkataan wakil rakyat tersebut.
Kata dia, saat ini kebutuhan utama mahasiswa Halmahera Timur adalah pemasangan jaringan air bersih. Tujuannya mahasiswa yang menempati asrama tersebut memenuhi kebutuhan dasar mereka, seperti memasak, mencuci mandi dan lainnya.
“Tapi sampai saat ini mahasiswa masih melarat, karena diresahkan dengan masalah air. Kami meminta kepada Pemda Haltim lebih terkhususnya Bidang Aset Halmahera Timur agar secepatnya mengadakan air bersih,” pintahnya.



Tinggalkan Balasan