poskomalut, PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) mengerahkan tim tanggap darurat untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengancam kawasan operasional Tambang Emas Gosowong, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara.

Tak hanya mengamankan area tambang, NHM juga menerjunkan personel dan armada pemadam kebakaran untuk membantu penanganan karhutla di desa-desa lingkar tambang.

Hingga pertengahan Oktober 2026, tim NHM berhasil menangani 15 area kebakaran di kawasan operasional Gosowong serta membantu pemadaman di sembilan desa lingkar tambang, termasuk area PLN di Kecamatan Malifut.

Langkah tersebut dilakukan menyusul kondisi cuaca kering ekstrem yang berlangsung cukup lama di Halmahera Utara.

Situasi ini memicu penurunan ketersediaan air sekaligus meningkatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Berdasarkan data pemantauan Humas Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara per 19 September 2026, tercatat sekitar 117 titik api tersebar di wilayah tersebut.

Ancaman semakin serius pada awal September ketika kobaran api mulai mendekati kawasan operasional Gosowong.

Menyikapi kondisi itu, Wakil Direktur Operasi sekaligus Kepala Teknik Tambang (KTT) NHM, Rara Dodo Lawolo atau Rado Lawolo, menetapkan status darurat dan mengaktifkan Emergency Management Team (EMT).

Langkah ini dilakukan untuk mempercepat mobilisasi sumber daya pemadam kebakaran dan tim penyelamat internal.

Fokus penanganan diarahkan pada keselamatan pekerja, pengendalian penyebaran api, serta perlindungan fasilitas vital tambang.

Dalam sistem tanggap darurat tersebut, manajemen NHM bertindak sebagai Incident Commander, sementara Command Center menjadi pusat koordinasi informasi, pemantauan situasi, dan pengendalian operasi.

Evaluasi penanganan juga dilakukan setiap hari pukul 14.00 WIT untuk menentukan langkah lanjutan serta memperkuat koordinasi dengan pihak eksternal.

Superintendent Emergency Response Team (ERT) NHM, Hendrick Lesa, menjelaskan bahwa penanganan di lapangan didukung sistem satu komando yang melibatkan berbagai departemen.

“Melalui sistem ini, tanggap kebakaran dapat didukung dengan mudah dan lancar. Tim di lapangan mendapat dukungan penuh, baik dari segi logistik, peralatan (gear), maupun personel, termasuk kebutuhan asupan tim,” kata Hendrick.

Selain pengerahan personel, strategi penanganan dilakukan melalui pemetaan kawasan rawan dan pemantauan titik api menggunakan drone oleh tim Security.

Pemantauan cuaca dan patroli berkala juga dilakukan untuk mendeteksi potensi kebakaran.

Upaya pencegahan diperkuat dengan pembersihan vegetasi kering, pemeliharaan sekat bakar (fire break), serta penyiapan akses pemadaman dan sumber air di sejumlah titik rawan.

Rado Lawolo mengapresiasi dukungan jajaran direksi, Tim ERT, dan relawan dari berbagai departemen yang menjalankan pola siaga selama 24 jam.

Ia menegaskan bahwa keselamatan personel harus tetap menjadi prioritas di tengah upaya mengendalikan kebakaran.

“Apresiasi kami sampaikan atas kerja keras Tim ERT dan seluruh relawan dari departemen terkait yang terus berjuang mengendalikan kobaran api. Saya juga mengingatkan bahwa keselamatan harus tetap menjadi prioritas dalam setiap tindakan. Semangat, kedisiplinan, dan kerja sama seluruh tim sangat penting agar penanganan dapat berjalan dengan baik dan aman,” tegasnya.

Hasil penanganan menunjukkan perkembangan positif. Dalam rapat evaluasi EMT pada 12 Oktober 2026, hasil pemantauan udara menggunakan drone mengonfirmasi seluruh titik api di kawasan Gosowong telah berhasil dipadamkan.