TALIABU-PM.com,  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pulau Taliabu, meninjau sejumlah lokasi titik rawan banjir di wilayah utara Pulau Taliabu.

Kelapa BPDB Kabupaten Pulau Taliabu, Sutomo Teapon, kepada media ini Rabu, menjelaskan, pihaknya beserta tim tangguh oranye BPBD Taliabu mengunjungi sejumlah lokasi rawan banjir, di antaranya Desa Tikong, Gela, Nunung, Lede, Langganu, One May, Nggele dan Desa Salati.

“Katorang turun di lokasi untuk mengecek kondisi apa kendalanya sehingga air sampai masuk ke rumah-rumah warga. Salah satunya harus pembuatan tanggul penahan banjir  di air Gela, dan ini kami akan sampaikan laporan kejadiannya di pak bupati nanti pak bupati arahkan seperti apa. Mau PUPR yang kerja atau bagaimana dan datanya kami sudah siapkan,”ungkapnya.

Ia juga telah menyampaikan hal itu ke BNPB RI. “Kalau di Nggele harus ada pembuatan saluran induk yang besar, sementara di padang itu kalau guyuran hujan deras pasti air akan meluap masuk ke pemukiman warga dan tidak mungkin kami bangun tanggul satu air kali besar itu,”ujarnya.

Setelah meninjau lokasi bencana banjir, BPBD akan turun kembali ke lokasi bencana dengan membawa bantuan. Namun, sampai saat ini BPBD belum ada bantuan karena bantuan BNPB tidak disalurkan melalui BPBD kabupaten.

“Katorang sudah menyurat kurang lebih satu bulan ini. Sejak banjir Bobong itu BPBD provinsi tapi sampai sekarang belum ada bantuan. Kemarin itu orang provinsi datang untuk cek torang pung rehab rekon yang di Pancado, Bobong dan Ratahaya, tapi yang logistiknya tidak ada. Ternyata dong pulang banjir besar muncul ulang lagi, tapi torang sudah kase tahu di Kalak BPBD provinsi, “jelasnya. (Cal/red)