poskomalut, Setelah hampir delapan tahun tertahan persoalan pembebasan bangunan, ruas jalan dari kawasan Army Dock Desa Pandanga menuju Pelabuhan Feri Desa Juanga, Kabupaten Pulau Morotai, akhirnya mulai disentuh pembangunan.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pulau Morotai kini mulai mengerjakan ruas jalan tersebut.

Persoalan pembebasan bangunan Cafe yang menjadi salah satu hambatan pembangunan disebut telah diselesaikan Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai pada 2025.

Penyelesaian tersebut kemudian membuka jalan bagi pembangunan ruas Pandanga–Juanga.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pulau Morotai, Fahmi Usman, mengatakan pekerjaan saat ini telah memasuki tahap penimbunan.

“Jalan raya kabupaten antara Desa Pandanga dan Juanga atau arah ke Pelabuhan Feri telah dikerjakan tahap penimbunan. Jadi, ini adalah pembangunan hotmix baru,” kata Fahmi, kemarin.

Menurutnya, ruas yang akan dibangun hotmix memiliki panjang kurang lebih 800 meter. Setelah tahap penimbunan selesai, pekerjaan akan dilanjutkan dengan pengaspalan.

Pembangunan ini diharapkan dapat memperbaiki akses masyarakat dari pusat kota menuju Desa Juanga, termasuk masyarakat yang menggunakan akses menuju Pelabuhan Feri.

“Semoga jalan ini segera tuntas kami kerjakan, karena harapannya sesuai visi misi Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati untuk pembangunan infrastruktur yang memadai demi kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Tak hanya ruas utama Pandanga–Juanga, Dinas PUPR juga mengerjakan pembangunan jalan lingkungan di Desa Pandanga.

Pekerjaan tersebut mencakup jalan lorong dengan panjang kurang lebih satu kilometer. Jika digabungkan dengan ruas hotmix Pandanga–Juanga, total pembangunan jalan yang dikerjakan di kawasan tersebut mencapai sekitar 1,8 kilometer.

“Awal pembangunan, kami dari PUPR sudah melakukan pengukuran untuk proses pembangunan hotmix jalan lingkungan atau jalan lorong di Desa Pandanga sekitar kurang lebih satu kilometer dan sudah dikerjakan,” jelas Fahmi.

Pembangunan sejumlah ruas jalan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Morotai membenahi akses infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan mobilitas masyarakat.

Sementara itu, pekerjaan infrastruktur jalan juga mulai terlihat di kawasan pusat kota, Desa Gotalamo.

Di lokasi tersebut, pekerjaan diawali dengan pembangunan dan pelebaran saluran drainase sebagai bagian dari penataan kawasan jalan.