Dr Sidi: Pasien Lain Bisa Digeser ke RS Lain

TERNATE-PM.com, Ruang isolasi pasien coronavirus (covid-19) di Rumah sakit Umum Chasan Bosorie (CB) saat ini sudah over kapasitas alias ful. Ini karena tempat tidur yang disiapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Malut hanya 18 tempat tidur. Sementara pasien positif covid-19 yang terkonfirmasi positif covid-19 hingga Minggu (26/4) kemarin sudah 26 (tiga pasien sembuh, red) orang setelah ada penambahan 12 kasus baru.

Untuk mengantisipasi keterbatasan tempat tidur perawatan bagi pasien positif covid-19 ini, pihak tim gugus provinsi melalui dinas kesehatan Provinsi Malut akan mengambil langkah stategis, upaya memberikan pelayanan kepada pasien covid-19 yang terus bertambah. Salah satu langkah yang diambil ke depan adalah, RSUD CB sebagai rumah sakit rujukan akan lebih focus melayani pasien covid-19. Sementara, pasien lain (di luar pasien covid-19, red) akan digeser ke rumah sakit lain yang ada di Kota Ternate baik swasta maupun rumah sakit pemerintah lainnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Malut dr. Sidi Umar menjelaskan, fenomena kasus positif pertama di Maluku Utara (Malut) dari pelaku perjalanan sejak tanggal 23 Maret. Kemudian, tujuh hari berikutnya bertambah menjadi 2 kasus positif. Kemudian tanggal 22 April, pasien covid-19 bertambah menjadi 8 orang sehingga menjadi 12 orang. Pada 23 April, pengiriman spesimen (satu rangkaian) ada tambahan 2 orang positif. Selanjutnya,  empat hari kemudian, tanggal 26 April bertambah 12 orang positif sehingga berjumlah 26 pasien positif. “Dari fenomena ini kita harus mengambil langkah kongkrit agar tidak terjadi transmisi lokal,” ujarnya.

Lanjut Sidi, Keterbatasan fasilitas yang dimiliki RSUD CB saat ini membutuhkan langkah antisipasi yang lebih cepat sehingga tidak memberatkan insitusi pelayanan dalam penanganan. Menurutnya, saat ini ada enam rumah sakit pendukung yakni rumah sakit Morotai, Tobelo, Jailolo, Tidore, Labuha (Bacan) dan rumah sakit Sanana.

Menurutnya, tenaga medis enam rumah sakit pendukung tersebut sudah dilatih terutama cara untuk mengambil swab. Ini dimaksudkan agar ketika ada pasien rapid test tak harus dibawa ke rumah sakit rujukan (RSUD CB, red). Pasien yang masih berstatus ringan termasuk status PDP, seharusnya tenaga medis di kabupaten setempat masih bisa melayani. “Kami sudah sampaikan ke seluruh kabupaten /kota jauh sebelum terbentuknya tim gugus, agar pasien-pasien ringan bisa ditangani di rumah sakit masing-masing. Pasien yang dirujuk ke RSUD CB adalah pasien yang sudah komplikasi,” ujarnya.

Lanjutnya, pasien yang belum memberikan dampak atau memberatkan, pihaknya meminta untuk segera didorong ke rumah sakit yang memiliki fasilitas yang lebih lengkap terutama rumah sakit yang memiliki ventilator. Dia mencontohkan, rumah sakit di Tobelo Halmahera Utara (Halut) yang sudah memiliki ventilator. “Kita tau bahwa apabila terjadi pemburukan terjadi gagal nafas dan apabila dalam perjalanan terjadi dengan sendirinya pasti tidak tertolong,” terangnya.

Karena itu, lanjut dia, sudah disampaikan ke Dinkes kabupaten kota agar memilah dan mencermati pasien yang memilki gejala yang menjurus ke Covid -19 dengan adanya riwayat penyakit yang memberatkan. Menyangkut penanganan yang ada di RSUD CB maupun karantina awalnya bisa menyediakan transportasi tetapi saat ini gugus Provinsi sudah menutup transit atau karantina dialihkan nanti di Asrama Haji atau BLK. Sehingga di Sahid semua yang menjurus ke Covid -19 dan 12 orang yang karantina di Sahid dilantai III dan IV, tidak lagi dorong ke RSUD mengingat kapasitas rumah sakit tidak bisa alias sudah full.  Rumah sakit hanya menyiapkan tempat tidur pasien Covid -19 yang memberatkan dan itu harus tersedia dengan ventilator supaya pada saat menggeser pasien yang lain. “Itu kami sudah sampaikan kepada direktur RSUD agar disiapkan untuk ICU yang harus disiapkan ventilator agar penanganan yang dirujuk nanti bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Menurutnya, fasilitas di RSUD baru 18 tempat tidur sedangkan yang terkonfirmasi positif yang ada saaat ini 23 orang. “Tapi pertimbangan tidak perlu geser ke RSUD, yang lain kita naikan ke lantai 4 Sahid Hotel karena RSUD sudah over kapasitas. “Kita sementara persiapkan tambahan tempat tidur pasien covid-19 dalam rangka menyambut puncak dari wabah ini yang mungkin diprediksikan awal Juni,” pungkasnya. (iel/red)