TERNATE-pm.com, Kejuaraan daerah II Wushu Indonesia, Maluku Utara 2024 resmi digelar di Tobelo, Halmahera Utara (Halut).
Delapan kabupaten/kota ikut berpartisipasi dengan mengirim atlet mereka bertanding merebutkan medali.
Kejuaraan tingkat daerah ini dibuka secara resmi oleh Bupati Halut, Frans Manery di Gelanggang Olahraga (GOR) Halut, Minggu (14/7/2024).
Hadir dalam opening seremoni Kejurda II, Kepala Dinas Pemuda Olharaga (Kadispora) Provinsi Maluku Utara, Saifudin Djuba, Ketua KONI Maluku Utara, diwakilkan Ketua Bidang Organisasi, Arif Gani, Ketua Kick Boxing Maluku Utara, Hi Ibrahim dan Forkopimda.
Bupati Halut, Frans Manery dalam sambutanya menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara baik tingkat kabupaten maupun provinsi atas terselenggaranya event bergengsi tersebut.
Bupati Frans mengatakan, kehadiran cabang olahraga Wushu di Maluku Utara, khusunya Halmahera Utara sangat diapresiasi.
Karena, mampu mengorbitkan atlet-atelt terbaik yang nanti bisa bertanding membawa nama baik daerah di tingkat nasional maupun internasional.
“Dari tiga atelt Wushu yang ikut pada kejuaraan nasional PON, salah satunya dari Halut, ini tentu menjadi satu kebanggan tersendiri bagi Maluku Utara, terutama bagi kami Halmahera Utara,” ungkap bupati.
Sementara, Sekretaris Umum Wushu, Hi Fauji Koda dalam sambutanya menyebutkan, Kejurda II diikuti 63 atlet dari Delapan kabupaten/kota.
Hi Fauji Koda merinci jumlah atelt dari masing-masing kontingen yakni, Ternate 13 atlet, Halbar 4 peserta, Halsel 11, Halut 26, Haltim 1, Halteng 1, Pulau Morotai 6 orang, Kep. Sula 1 atlet.
“Dari 63 itu mereka nanti memperbutkan 14 medali dengan dua kategori, yakni kelas junior dan senior,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, dirinya juga menyampaikan perjalanan singkat cabang olahraga Wushu di Maluku Utara. Sekum menerangkan, Wushu pernah mengharumkan nama Maluku Utara pada event nasional PON ke-17 2008 dan 18 tahun 2012.
Pada PON 2008 di Kalimanta Timur, atelt Wushu berhasil menyumbang medali perunggu. Sementara pada PON 2012 Riau, Wushu kembali meraih medali perunggu.
“Dalam perjalan Wushu sempat mengalami kefakuman dalam kepengurusan organisasi dan pembinaan atlet. Namun, saat ini Wushu menunjukan kebangkitan di bawah kepungurusan baru dipimpin Pak Hi Djafar Umar sebagai ketua umum dan saya sebagai Sekum mendampingi beliau menghidupkan kembali Wushu di Maluku Utara,” ucapnya.
Secara organisatoris, kepengurusan Wushu sudah aktif kembali. Dan membentuk pengurus tingkat bawah di beberapa kabupaten/kota.
“Alhamdulillah Wushu kembali menggelar kejuaraan daerah yang ke-II tahun ini, dan Halut sebagi tuan rumah,” tukasnya.



Tinggalkan Balasan