TERNATE-PM.com, Kunjungan kerja ke Kabupaten Pulau Morotai Rabu, 9 Merat kemarin, Komisi II DPRD Kota Ternate menemukan fakta bahwa Dinas Pariwisata di daerah poros Pasifik itu mendapat dukungan dana pusat yang cukup signifikan.

Anggota Komisi II DPRD Kota Ternate, Sudarno Taher menyebutkan, meningkatnya kucuran DAK pariwisata Kabupaten Pulau Morotai tidak terlepas dari peran kepala daerah dalam melobi anggaran.

“Yang dilakukan Pemkab Pulau Morotai, DAK pariwisata dari tahun ke tahun terus meningkat. Dari Rp7 miliar, Rp9 miliar, naik Rp11 miliar, dan pada tahun ini Morotai memperoleh DAK pariwisata sebesar Rp36 miliar,” ujar Sudarno  Sabtu pekan kemarin.

Ia menyebutkan, untuk pengembangan potensi pariwisata di Kota Ternate, tidak didukung dengan APBD yang sangat minim.

“Apalagi mengandalkan PAD? target PAD kita itu baru sekitar Rp128 miliar. Realisasinya antara Rp80-90 miliar, tidak cukup membiayai pengembangan berbagai sektor,” ujarnya.

Sudarno menyarankan Dinas Pariwisata Kota Ternate melakukan studi banding ke Pulau Morotai untuk mengetahui bagaiamana master plan peningkatan sektor pariwisata.

“Memang master plan ini semuanya ada di Bappelitbangda. Untuk master plan Morotai sendiri sangat luar biasa karena prospeknya dibuat dalam jangka pendek sampai jangka panjang,” ujarnya.

Sudarno menilai, sebagai kota tertua di Maluku Utara, mestinya master plan pariwisata Kota Ternate dibuat dalam jangka waktu 5-10 tahun ke depan. Untuk itu, Komisi II meminta Pemkot Ternate lebih intens melakukan lobi ke pemerintah pusat guna mempotensikan parawisata di daerah.

“Hanya saja DAK Ternate sektor parawisata tahun 2022 hanya Rp 2 miliar, berbeda jauh dengan Morotai yang mencapai Rp 36 miliar,” pungkasnya.