TERNATE-PM.com, Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Maluku Utara (Malut), Senin (23/11/2020) kembali melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Ternate dan PDAM Kota Ternate. Dalam aksi, massa mendesak Wali Kota Ternate Burhan Abdurahman mencopot Direktur Utama (Dirut) PDAM Ternate, AGH.
Koordinator Aksi Sartono Halek dalam orasinya menegaskan, Ketua DPRD agar memanggil Wali Kota, guna mempertanyakan komitmen atas janjinya mengevaluasi dan mengganti Dirut PDAM. Pasalnya, saat ini AGH tengah terseret kasus dugaan penggelapan dana koperasi.
Pihaknya juga mendesak, pihak kepolisisan memanggil pihak-pihak yang diduga melakukan tindak pidana penggelapan tersebut selain AGH yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sartono dalam orasinya juga mendesak Kejari Ternate secepatnya memproses dan menuntaskan kasus penggelapan dana koperasi sebesar Rp 3,7 miliar itu.
“Dari hasil audit BPKP, sebesar Rp 3,7 miliar dana yang bersumber dari simpan pinjam pegawai PDAM tahun 2013-2017 diduga digelapkan. Karena itu, kami mendesak agar proses hukum ini ditangani hingga tuntas dan Dirut PDAM yang terseret didalamnya diganti dari jabatannya,” tegasnya.
Selain itu Sartono mengaku, meski AGH sudah ditetapkan sebagai tersangka, Wali Kota tetap memilih mempertahankan posisinya sebagai Dirut. Hal ini menimbulkan tanda tanya besar. (sam/red)



Tinggalkan Balasan