TIDORE-PM.com, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tidore, mengharapkan  adanya kestabilan harga  sembilan bahan pokok (sembako) di pasar, sehingga tidak membebankan masyarakat di tengah pandemi ini.

Hal ini disampaikan Ketua KNPI Kota Tidore, Muhammad Abubakar, kepada sejumlah wartawan, Senin ( 27/7). ’’Saya harap dinas terkait intens mengawasi kelonjakan harga sembako  jelang idul adha ini. Amatan di lapangan harga jual masih ada yang naik dan ada juga di batas harga tertinggi,’katanya.

Ia berharap, tidak terjadi kenaikan harga sembako sehingga pihaknya meminta UPTD pasar untuk terus  memantau kondisi sembako jelang H-3 nanti. Sebab, biasanya sering dinaikan secara sepihak.

’’KNPI  harap  pedagang agar tidak memainkan harga sembako  jelang hari raya idul adha, karena akan sangat mempengaruhi perekonomian masyarakat kita sendiri,’’ujar Muhammad.

Amatan sejumlah wartawan di pasar Sarimalaha Kota Tidore harga rica perkilo Rp 60.000 kini menjadi Rp 75.000. Rica keriting perkilo Rp 65.000, tomat per kilo Rp 10.000, dan juga Rp 13.000 ,- yang sebelumnya perkilo Rp 15.000. Demikian juga bawang merah sebelumnya Rp 50.000 perkilo naik menjadi Rp 80.000 perkilo.

Begitu juga bawang putih perkilo harganya sebesar Rp  45,000 kini naik Rp 60.000 per kilo. Untuk   gula dan minyak kelapa dijual dengan harga Rp 15.000 naik menjadi Rp  20.000. Minyak kelapa juga mengalami kenaikan Rp 20.000 perkilonya. Sedangkan harga ayam potong per ekornya  Rp 50.000 dan Rp 45.000 disesuaikan dengan berat atau besarnya ayam yang didatangkan dari Kota Ternate. Begitu juga harga telur yang didatangkan dari Surabaya  perbutirnya Rp 1.800 dan  1.900, bahkan sampai Rp 2000 per butir. (mdm/red)