LABUHA-PM.com, Desa Jikotamu jadi kampanye penutup Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Nomor urut 1 (satu) Helmi Umar Muchsin dan La Ode Arfan, di zona satu pada putaran ke dua kampanye terbatas.

Amatan media ini, Palson Helmi-La Ode, saat bertolak dari pelabuhan Desa Kupal menuju Desa Jikotamu, Kecamata Obi, menggunakan kapal reguler KM. Qwen Mery. M, Selasa (24/11/20).

Saat tiba di pelabuhan Jikotamu, Paslon nomor urut 1 itu dijemput ribuan masyarakat. Beserta tim pemenang, Helmi-La Ode diarak jalan kaki menuju lokasi kampanye, berjarak satu kilometer dari pelabuhan tersebut.

Diketahui, kehadiran ribuan masyarakat di kampanye terbatas. Bahkan rela perpanasan dibawah terik matahari hanya untuk mendengarkan visi-misi serta memberikan dukungan moril terhadap Helmi-La Ode. Warga setempat juga herharap Paslon dengan jargon HUMANIS itu bisa memimpin Kabupaten Halmahera Selatan selama lima Tahun ke depan.

Calon Wakil Bupati La Ode Arfan, menyampaikan orasi politiknya dengan meminta kepada masyarakat Jikotamu agar pada tanggal 9 Desember, nanti bisa menjatuhakan pilihan pada calon nomor urut 1.

“Saya berharap kepada basudara semua, di tanggal 9 Desember, nanti datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk memberikan pilihan kepada kami (Helmi-La Ode) nomor urut 1 (satu) untuk memimpin Kabupaten Halmahera Selatan lima tahun kedepan. Kami juga memohon do’a dari warga sekalian. Apabila terpilih, kami bakal menjaga amanah serta memperjuangkan mensejahterakan masyarakat Halmahera Selatan secara keseluruhan,” harapnya.

Sementara Calon Bupati Halsel Helmi Umar Muchsin menambahkan, dalam momentum pemilihan pada pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah, kali ini masyarakat harus mampu mejatuhkan pilihan pada calon pemimpin baru dan tentu yang bersedia menjadi pelayan masyarakat serta membangun daerah dengan program-program yang pro rakyat.

“Masyarakat Obi sudah cerdas untuk menentukan pilihan pada tanggal 9 Desember nanti. Maka, pilihlah pemimpin yang punya visi-misi jelas, dapat menyatukan semua suku dan agama di Kabupaten Halmahera Selatan ini dalam satu bingkai “SARUMA”  yang menjadi lambang pemersatu. Tidak mengedepankan relasi politik namun, dengan relasi sosial berbudaya,” ujar Helmi mengakhiri orasi politiknya. (Bar/red)