TERNATE-PM.com, Aliansi masyarakat Fitu, Ternate Selatan, Kota Ternate, melakukan aksi terkait sengketa lahan yang menyeret pihak yayasan Muhammadiyah Maluku Utara, Rabu (25/11/20).

Dalam aksi itu, warga memblokade jalan raya dan jalan belakang sehingga akses transportasi roda dua dan empat lumpuh total.

Koordinator aksi Risno Wahid, mengatakan, tuntutan masyarakat hanya satu yakni meminta kehadiran wali kota di tengah massa aksi untuk memediasi. Terkait pemblokade jalan, kata Risno, dilakukan masyarakat setelah tidak ada respon dari pemerintah Kota Ternate.

“Kami mendapat informasi kalau wali kota tidak bisa hadir menemui massa aksi, ini membuat masyarakat kecewa sehingga boikot jalan,” katanya.

Menuru Rinso, soal sengketa lahan, ditinjau dari aspek sejarah sudah tuntas. Pasalnya, setelah dirinya melakukan koordinasi dengan Badan Aset Maluku, ternyata lahan tersebut tidak pernah dihibahkan ke pihak yayasan Muhammadiyah. Namun sejak tahun 2004, yayasan melakukan pembangunan.

“Setelah saya kroscek ke pihak Badan Aset Maluku, ternyata lahan tersebut tidak pernah dihibahkan, nah anehnya kenapa pihak yayasan bisa membangun,” kesalnya.

“Kami pernah menyurat ke pihak yayasan, namun mereka menolak dengan alasan ada bangunan sekolah dan lainya,” sambung Risno.

Sikap dari yayasan ini kata Risno membuat masyarakat kecewa. Selain itu, tujuan masyarakat menggugat lahan tersebut perihal dengan perluasan lokasi keburuan. Pasalnya lokasi kuburan sebelumnya sudah terbatas.

“Kami memintah kepada yayasan untuk menyediakan lahan kuburan, namun mereka menolak. Jadi ini reaksi masyarakat,” tandasnya.

Hingga berita ini naik tayang, pihak Yayasan Muhammadiyah dan Pemerintah Kota Ternate belum hadir menemui warga. (v’i/red).