TERNATE-PM.com, Simulasi pembelajaran tatap muka yang sudah dilaksanakan beberapa hari ini dipastikan akan tetap dilangsungkan. Hal ini, berdasarkan hasil kesepakatan antara Walikota Ternate bersama Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Kota Ternate. “Kita bersepakat sekolah tetap dibuka, tetapi simulasi. Jadi tidak dibuka penuh,” ungkap Walikota Ternate Burhan Abdurahman, saat diwawancarai, Selasa (24/11) kemarin.
Walikota bilang, simulasi ini ditawarkan beberapa pilihan, itu diantaranya; penerapan protokol kesehatan (prokes) harus dilakukan secara ketat. Kemudian, terkait proses belajar dikelas akan dibatasi jumlah siswa.
“Kalau biasanya setiap kelas itu 30 orang, disimulasi ini kalau bisa hanya 10 siswa. Ini akan membuat para siswa ini berjarak, 2-4 meter,” sebutnya.
Simulasi belajar tatap muka ini, kata dia, tidak akan dilaksanakan full. Siswa yang belajarnya pagi, tidak sampai siang sudah pulang. Hal ini untuk menghindari ada kerumunan jika bertemu teman sekelasnya di jam siang.
“Ini namanya kan simulasi, karena ada pilihan lain. semisal, sepuluh siswa belajar hari senin, kemudian ada lagi di hari selasa. Ini agar menghindari siswa saling ketemu,” tutur Walikota, sembari bilang, simulasi ini akan tetap dilakukan sampai dengan menunggu jadwal pembelajaran tatap muka sebagaimana instruksi Menteri Pendidikan RI, bahwa pembelajaran tatap muka akan digelar pada awal 2021.
“Karena simulasi ini dalam rangka proses pembiasaan, olehnya itu harus dilakukan secara rutin,” tutur Walikota.
Terpisah, Ketua Komisi III DPRD Kota Ternate Anas U Malik menyebutkan, semestinya soal belajar di masa pandemi Covid-19 ini semua komponen, terutama Satgas dan Dinas Pendidikan harus terus berkoordinasi mengikuti perkembangan penyebaran Covid-19 ini.
Kata dia, ketika sekolah tatap muka dibuka, kemudian ada potensi klaster baru saya kira itu harus menjadi pertimbangan. Karena ini menyangkut keselamatan anak-anak usia sekolah (SD-SMP). Usia, yang menurutnya masih sangat rentan dengan persebaran Covid-19 ini.
“Komisi III meminta Dinas Pendidikan untuk terus berkoordinasi dengan Satgas, memantau semua perkembangan penyebaran pandemi ini,” terangnya.
Beberapa waktu lalu, lanjutnya, beberapa anggota DPRD telah melakukan reses, dan memantau proses pelaksanaan simulasi belajar tatap muka ini. Dari hasil pantauan itu, memang sudah banyak sekolah yang menggelar belajar tatap muka dengan lebih memperketat penerapan protokol kesehatan (prokes).
“Semua siswa menggunakan masker, guru-guru juga menggunakan masker, ruang kelas juga dibatasi dan itu saya kira sudah sesuai dengan prokes,” sebutnya.
Soal potensi penyebaran covid-19 ini meningkat atau tidak itu nanti akan dibicarakan lebih lanjut dengan Satgas. Hal ini, guna memastikan proses belajar tatap muka ini berjalan dengan tetap mengedepankan prokes Covid-19.
“Saya kira itu menjadi perhatian Komisi III, akan memastikan ke tim Satgas pakan sudah melakukan pemantauan terkait sekolah tatap muka ini,” tandasnya.
Komisi III akan mengundang Satgas guna dimintai penjelasan terkait perkembangan sekolah tatap muka ini. Apakah ini membuka terjadi klaster baru Covid-19. Yang kedua, memastikan bahwa semua sekolah sudah melaksanakan protokol kesehatan.
“Sejauh ini, dari pantauan Komisi III, sekolah-sekolah sudah tertib menerapkan prokes. Tinggal, ini bisa tetap dijaga. Kalaupun, nanti ada kedapatan sekolah yang tidak patuh maka harus segera diambil kebijakan untuk ditutup,” tandasnya. (agh/red)

Tinggalkan Balasan