LABUHA-PM.com, Rabu besok genap pemekaran Ibu Kota Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara, genap usia 18 Tahun.

Namun, Pulau Obi yang memiliki sejuta kekayaan tidak sepantasnya mendapat perlakuan seperti anak ayam kehilangan induknya.

Seperti diketahui pada umumnya, Pulau Obi menjadi aset berharga bagi Kabupaten Halmahera Selatan khususnya dan Provinsi Maluku Utara dan bahkan Indonesia pada umumnya dengan penghasil Nikel serta memiliki kandungan Emas.

Tanpa disadari, salah satu warga Obi Sulasman Mansur Kepada Wartawan Posko Malut dan beberapa penumpang lainnya mengutarakan keluhannya terkait kondisi jalan yang sangat memprihatikan dari Tahun ke Tahun tidak ada perhatian Pemerintah, baik itu pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan maupun Pemprov Maluku Utara.

Sepanjang perjalanan dari Desa Sambiki sampai ke Desa Laiwui Kecamatan Obi dengan jarak kurang lebih 15 Kilometer sambil menyetir mobil angkutan umum miliknya, dirinya berkeluh serta mengutarakan angan-angannya merindukan sebuah pembangunan infrastruktur jalan seperti Kecamatan atau berada di Kabupaten Kota lain.

“Seandainya Pemerintah Daerah mau melepaskan Obi untuk memilih Provinsi lain selain Maluku Utara maka, saya secara pribadi memilih Pulau Obi bergabung dengan Provinsi Maluku,” keluh Sulasman.

Curhatan Sulasman bukan tanpa alasan, dirinya mengatakan bukan kali pertama keluhan Masyarakat Obi terkait dengan fasilitas transportasi seperti jalan namun, hingga saat ini tidak ada perhatian dari pemerintah.

“Sudah berulang kali keluhan Masyarakat Obi, beruntung sebagian warga Obi sudah memiliki alat berat seperti excavator sehingga dapat membantu meringankan beban masyarakat yang menggunakan jasa transportasi darat,” katanya.

Dirinya menambahkan, akses jalan Jikotamu-Anggai sudah berulangkali memakan korban dikarenakan kondisi jalan yang curam dan berlobang. Bahkan, lebih parahnya lagi ketika turun hujan.

“Kalau untuk laka lantas sendiri sudah banyak terjadi. Belum lagi musim hujan. Pemerintah tidak perlu aspal bagus terpenting jalan sirtu sudah cukup bagi kami masyarakat Obi,” harapnya. (Bar/red)