poskomalut, Sejumlah warga Desa Fritu, Weda Utara, Kabupaten Halmahera Tengah memblokir akses jalan menuju perusahaan tambang PT Darma Rosadi Dua.
Aksi pemblokiran jalan tersebut disebabkan dugaan penyerobotan lahan oleh PT Darma Rosadi Dua.
Lahan warga tersebut diketahui belum dibayar pihak perusahaan.
Imbasnya pemblokiran jalan holing di dekat talaga (kali), kendaraan perusahaan tidak dapat melintas.
Informasi diterima poskomalut.com, pada Jumat (15/8/2025) lahan seluas 600 hektar belum dibayar, namun perusahaan sudah melakukan aktivitas penambangan.
Salah satu perwakilan warga Desa Fritu, Primus Togo menjelaskan, langkah ini diambil, karena komunikasi dengan pihak perusahaan terkait pembebasan lahan tidak temui titik terang.
“Kami sudah berkali-kali menyampaikan aspirasi, tapi belum ada jawaban yang jelas. Ini terpaksa kami lakukan agar mereka mau duduk bersama,” cetusnya.
Senada, Stevanus Togo juga mengaku lahan yang diserobot perusahaan merupakan tanah miliknya yang digarap selama masih hidup di hutan bersama anak istrinya.
“Lahan itu saya bongkar (garap) masih hidup di hutan bersama anak dan istri saya, lahan itu kurang lebih 600 hektar lebih, hanya perusahaan masuk dan ambil dan rusaki lahan sudah 400 hektar. Semua masyarakat sini tahu sampai Sagea juga dong (mereka ) tahu itu lahan milik saya,” bebernya.
Stevanus mengatakan, perusahaan sudah mau menyelesaikan masalah lahan, hanya saja humas internal menghalangi, sehingga mereka menganulir.
Menurut Stevanus, sebelumnya Bupati Halmahera Tengah, Ikram M Sangadji sudah perintahkan kepada perusahaan dan kades untuk membuat SKT dua kali. Namun, perintah bupati diabaikan kades yang berujung pada pemboikotan.
“Dong (mereka) tidak mau ikuti perintah bupati. Padahal, bupati sudah perintahkan untuk melakukan pembayaran, tapi sampai sekarang tarada (tidak ada), sehingga tong peleh (boikot) jalan,” tukasnya.
Hingga berita ini diturunkan, aktivitas perusahaan di jalur masih terpantau lumpuh. Aparat keamanan bersama pemerintah setempat berupaya melakukan mediasi untuk mencegah ketegangan berlanjut.



Tinggalkan Balasan