poskomalut, Forum Kerukunan Umat Bersama (FKUB) Provinsi Maluku Utara meminta Polda Maluku Utara menjegal berkaitan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Kota Ternate.
Rencananya, kegiatan tersebut akan digelar dalam bentuk pengajian akbar pada 20 hingga 21 September mendatang.
Ketua FKUB Malut, Dr. Adnan Mahmud, menegaskan bahwa aparat negara harus sigap memantau serta mengantisipasi setiap bentuk aktivitas yang membawa ideologi HTI.
Menurutnya, meski dikemas dengan menarik, kegiatan tersebut berpotensi menjadi konsolidasi gerakan yang bisa mengganggu stabilitas negara.
“Harus ikhtiar dengan ideologi yang diusung selama ini. Itu tugas pemerintah dan aparat untuk memantau perkembangan dan gerakan mereka. Jangan sampai ada penguatan kembali gerakan-gerakan yang mengancam stabilitas,” ujar Adnan, Rabu kemarin.
Adnan mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak pada kemasan acara yang tampak religius. Ia menyatakan, yang lebih penting adalah memperhatikan ideologi yang dibawa.
“Kemasannya menarik, tapi isinya itu yang harus diwaspadai. Dakwah itu variatif, tapi ideologinya tetap ada titipan-titipan yang akan disampaikan, meski tidak vulgar,” tegasnya.
Ia menilai, upaya yang dilakukan kelompok tersebut tidak lain adalah strategi untuk membangun kembali citra HTI setelah sebelumnya pemerintah resmi membubarkan organisasi itu.
“Kalau masih menggunakan akronim HTI, pertanyaan saya, di mana aparat penegak hukum? Itu berarti negara sengaja membiarkan potensi benturan di masyarakat. Aparat harus bertindak tegas,” pintanya.

Tinggalkan Balasan