Bahrain Kasuba Gaungkan Semangat Marasai

Bahrain Kasuba saat dijemput Warga Desa Gandasuli.

LABUHA-pm.com, Bahrain Kasuba didampingi sang istri, Nurlaela Muhammad disambut bak tokoh Buton pada acara budaya yang diselenggarakan Ikatan Pemuda Desa Gandasuli, Kecamatan Bacan Selatan, Halmahera Selatan, Maluku Utara.

Pada kesempatan itu, Bahrain Kasuba disebut sebagai tokoh pemersatu di Kabupaten Halmahera Selatan, di mana pada masa periode menjadi bupati di 2016-2021, sebanyak 20 rumah adat telah dibangun pada kawasan Kebun Karet. Hal itu disampaikan Wakil Imam Desa Gandasuli, Said Labangun.

Tak hanya itu, Said juga berharap ada perhatian khusus dari Bahrain Kasuba terkait "Pajoget" sebagai salah satu alat yang digunakan untuk musik budaya Buton.

"Kami berharap, Pak Bahrain Kasuba agar mau melengkapi alat gendang kami yang masih kurang, agar generasi Buton khususnya di Desa Gandasuli tetap melestarikan budaya turun temurun," harap Said mengakhiri sambutannya.

Bahrain Kasuba dalam sambutannya mengatakan, dirinya siap mendukung serta mewujudkan keinginan masyarakat Desa Gandasuli agar tetap menjaga serta melestarikan adat budaya, dan menjadi agenda tahunan yang terus dilaksanakan masyarakat Buton.

Menurut Bahrain, Buton merupakan keluarga rasai dari Tobelo dan Galela, dimulai pada masa di mana keluarga Buton yang memilih hijrah ke Halmahera Selatan melalui Pulau Obi. Saat itu Pulau Obi dihuni mayoritas Tobelo-Galela dan di sana kedua sub etnis ini kemudian hidup berdampingan sebagai "Marasai" (bersaudara) hingga pada waktu sekarang ini.

"Tentu jika saya diundang oleh keluarga Buton di Gandasuli bukan hal baru. Karena sedari dulu Tobelo-Galela dan Buton itu bersaudara. Untuk itu, melalui momentum hari lebaran ini kita tingkatkan ukhuwah islamiyah dengan semangat membangun persaudaraan," ujar Bahrain.

Usai menghadiri kegiatan adat di Desa Gandasuli, Bahrain Kasuba dan rombongan kembali menghadiri undangan masyarakat Desa Wayaua, Kecamatan Bacan Timur Selatan.

Komentar

Loading...