BNNP Malut Ringkus Lima Pelaku Narkoba Jaringan Lapas

BNNP Malut saat Pres Rilies Penagkapan Jaringan Narkoba

TERNATE-PM.com, Badan Narkotika Nasional Perwakilan
(BNNP) Provinsi Maluku Utara, berhasil meringkus lima terduga pengguna
narkotika golongan satu jenis sabu dan ganja yang beredar di wilayah Provinsi
Maluku Utara (Malut).

Kelima
tersangka yang diringkus tersebut di antaranya, Wahyudi alias Yudi (29),
Christian alis Chris (40), Mulyadi Dahlan alias Mul (38) dan Safril Buamona
alias Saf (41) serta Rachmat Hidayat alias Amat (27).

Kepala
BNNP Malut, Brigjen (Pol) Edi Swasono melalui salah satu penyidik AKP D. Nyoman
Adnyana, dalam pres release di lantai III Kantor BNNP Malut, Selasa (17/6/2019)
mengatakan, penangkapan lima terduga ini dilakukan pada lokasi dan hari yang
berbeda.

Untuk
penangkapan pertama dilakukan, Ahad (8/9) dengan tersangka Wahyudi alias Yudi
(29) dengan TKP di jalan raya Kelurahan Tanah Tinggi, Kota Ternate Tengah.

Penangkapan
terhadap Yudi kata Nyoman, saat memberikan sabu seberat 0,33 gram kepada
Christian atau Chris yang berprofesi sebagai karyawan salah satu toko Optik
Manado.

“Dari penangakapan
dan penyitaan itu petugas langsung melakukan penggledahan di sekitar rumah
Christian, dan kembali menemukan 6 paket kecil ganja seberat 5,93 gram yang
ditemukan tepat disamping rumah Christian. “Dari situ Yudi dan Christian
langsung dibawa petugas BNNP Malut untuk dilakukan pengembangan,” tegasnya.

Nyoman
berujar dari hasil pemeriksaan, Chris mengaku membeli shabu dengan cara
mentransfer uang melalui Bank BCA Cab Ternate senilai Rp 500.000 dan Yudi
disuruh oleh AK yang sedang menjalani hukuman di Lapas Kelas IIa Ternate, untuk
mengantar shabu tersebut.

“Selain kita
amankan sabu dan ganja, kita juga menyita tiga handphone berbagai merk dan uang
tunai Rp 250 000,” katanya. Saat ini menurut Nyoman, pihaknya masih melakukan
pengembangan atas keterangan tersangka. “Keterangan tersangka tidak langsung
kita percaya tapi kita dalami dulu, salah satunya yang ada di dalam Lapas Kelas
IIA Ternate,” tuturnya seraya menyampaikan belum berkoordinasi dengan Lapas
terkait informasi tersebut.

Nyoman
juga mengatakan pada, Rabu (11/9/2019), anggota kembali menangkap Mulyadi yang
merupakan tenaga honorer di Direktorat Lalu-Lintas (Ditlantas) Polda Malut dan
rekannya Safril.

Keduanya
diringkus di Kelurahan Kalumpang lingkungan Tanah Mesjid, karena diduga
terlibat narkotika jenis sabu. “Dari pengakuan barang tersebut dikirim dari
satu tahanan di Lapas kelas IIA dengan inisial R,” akunya.

Dari
tangan keduanya anggota mengamankan barang bukti satu bungkus kecil Narkotika
jenis Shabu seberat 0,10 gram, 2 handphone dan alat hisap Shabu. “Untuk hasil
pemeriksaan urine tim medis BNNP Malut, kedua tersangka Mulyadi dan Satril
tidak terdeteksi dan karena mereka telah menggunakan sejak 3 bulan lalu,” katanya.

Selanjutnya
pada, Kamis (12/9), tim kembali meringkus 
Rachmat Hidayat alias Amat saat menjemput narkotika jenis sabu di salah
satu jasa pengiriman barang J&T. Saat penangakapan Amat di pekuburan Islam
Ternate menurutnya, anggota mengamankan 33 paket kecil sabu dengan berat 32.75
gram.

Nyoman menegaskan atas perbuatan tersebut, Yudi, Cristian dan Rahmad dijerat dengan pasal 112 ayat (1), Pasal 114 ayat (1) dan Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009. “Semantara Mulyadi dan Safril kita dijerat dengan pasal 112 ayat (1) UU, karena masih dalam pengembangan,” jelasnya lagi.

Kabid P2M BNNP Malut, Haerudin Umaternate mengemukakan, 1 gram sabu bisa membunuh 3 pengguna dan membuat teller 5 pengguna atau bisa membuat 40 pengguna awal kecanduan, sehingga dapat diasumsikan 32,15 gram membuat 98 orang terbunuh atau 160 orang teller atau lebih parah lagi 1.200 pengguna awal dapat kecanduan. (red)

Komentar

Loading...