poskomalut.com
baner header

Bupati Taliabu Diduga Bohongi Warga Nunca

Terkait Tunjangan Pengurus Gereja

BOBONG-PM.com, Bupati Kabupaten Pulau Taliabu Aliong Mus, diduga telah membohongi masyarakat Desa Nunca, Kecamatan Taliabu Utara. Orang nomor satu di lingkup Pemkab Taliabu ini berjanji akan menyelesaikan tuntutan pengurus geraja yang menolak kehadiran Kepala Desa Nunca, karena tunjangan pengurus Gereja Katolik yang kurang lebih sudah empat tahun tidak dibayar oleh Kades Nunca.

Saat itu, Aliong Mus yang kini kembali maju bertarung sebagai Calon Bupati Taliabu meminta pengurus gereja Desa Nunca membuat surat pernyataan penolakan terhadap Kades Nunca dengan catatan tidak ada spekulasi data. Mendengar arahan bupati, pengurus gereja kembali ke Desa Nunca mengurus semua permintaan bupati, namun sayangnya setelah dilakukan dan disampaikan kembali ke Bupati, tapi hingga saat ini tidak ada tanggapan apa-apa.

Bendahara Gereja Katolik Desa Nunca, Abraham Tukan kepada Posko Malut mengatakan, terkait masalah tunjangan pengurus Gereja Katolik Desa Nuncu sudah empat tahun tidak dibayar oleh Kepala Desa terhitung sejak tahun 2017 sampai 2020, pihaknya sudah ketemu dan menyampaikan hal itu ke Bupati Pulau Taliabu, dan Bupati perintahkan untuk membuat surat pernyataan penolakan terhadap kepala desa dengan pesan Bupati Aliong Mus yang penting jangan rekayasa.

“Satu pesan dari pak Bupati jangan rekayasa, keluar masuk rumah, siapa yang masih suka kepala desa, tiap rumah kami masuk dan hasil yang kami dapat itu 384 tandatangan, dari total penduduk 500 sekian. Jadi dari kurang lebih 500 penduduk, 384 menolak Kepala Desa Nunca Wempi Suboong namun sampai saat ini pak Bupati tidak ada tanggapan apa-apa,” kesalnya.

Abraham bilang, persoalan tunjangan pengrus Gereja Katolik Desa Nunca yang diarahkan Bupati, agar dirinya membuat surat pernyataan penolakan Kades Nunca dan masuk keluar rumah meminta persetujuan dan tandatangan warga, pihaknya sudah berulangkali masuk keluar kantor Bupati dan terus berkordinasi dengan sespri bupati, namun sampai saat ini tidak ada bentuk administrasi apa-apa yang dikeluarkan pemerintah setempat untuk menegur Kades Nunca, Wempi Suboong.

Abraham menyebutkan, Kades Nunca Wempi Suboong hanya memberikan janji nanti setalah balik dari Ibu Kota Kabupaten Pulau Taliabu baru dibayar tunjangan pengurus Gereja Katolik Desa Nunca.

“Sudah berapa kali ditanya kepada Kades, tapi kades bilang nanti bale dari Bobong tapi sampai sekarang tidak dibayar,” ujarnya.

Dijelaskan, tunjagan pengurus Gereja Katolik berdasarkan tugas, yakni Pastur per bulan sebesar Rp. 500.000, dan Dewan Stasi Rp. 400.000 per bulan.  (cal/red)



Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: