Bangun Bandara Leloe Politis 

Gubernur Disebut Gagalkan Janji Presiden ke Masyarakat Halut

Ilustrasi bandara.

TOBELO-pm.com, Masyarakat Halmahera Utara merasa kecewa dengan rencana pembangunan bandara Loleo Oba, Kota Tidore Kepulauan oleh Kementrian Perhubungan Republik Indonesia yang diusulkan Gubenur Provinsi Maluku Utara (Malut), Abdul Gani Kasuba (AGK).

Menyusul AGK menggagalkan rencana pembangunan perluasan jalan ruas Sofifi -Bandara Kaubang Kao Halut sepanjang 47 Kilo meter.

Gubernur AGK dinilai tidak mengindahkan janji  Presiden RI Joko Widodo yang mau membangun ruas jalan Sofifi-Bandara Kuabang, malah lebih memprioritaskan Bandara Loleo yang menelan anggaran senilai triliunan.

Salah satu tokoh muda Halut, Muhammad Kacoa mengatakan, niat baik Pemrov Malut mengusulkan rencana pembangunan Bandara Loleo ke Kementrian Perhubungan RI merupakan petaka bagi kepentingan rencana pembangunan jalan ruas Sofifi-Bandara Kao Halut.

"Rencana pembangunan jalan ruas Sofifi-Bandara Kao itu disampaikan lansung presiden RI kepada seluruh masyarakat Halut saat peresmian Bandara Kuabang Kao. Usulan pembangunan Bandara Loleo ini merupakan petaka besar bagi pembangunan Halut," ujarnya, Rabu (25/1/2023).

Sementara Ketua KNPI Halut, Mirzan Salim memberikan pernyataan keras dengan menegaskan, Pemrov Malut di bawah komando Gubernur AGK jangan seenaknya mengusulkan program baru yang mengorbankan rencana program pembangunan jalan ruas Sofifi-Kao Halut.

Mirzan menuding usulan gubernur pembangunan Bandara Loleo ada motif politis yang mengorbankan kepentingan masyarakat Halut yang lansung disampaikan Presiden.

"Kami merasa Pemrov Malut ini, penghalang pembangunan di Halut menggunakan APBN. Ini buktinya gubernur menggagalkan janji Presiden RI kepada masyrakat Halut. Kami mendesak gubernur menunda pembangunan Bandara Loleo, jika tidak kami akan memboikot seluruh aset Pemrov Malut di Halut," tegasnya.

Komentar

Loading...