poskomalut.com
baner header

Kades Ngofakiaha di Halut Serang Warga dengan Parang

TOBELO-PM.com, Entah apa yang merasuki Fahri Yamin, hingga nekat menyerang warganya sendiri dengan parang. Fahri yang juga Kades Ngofakiaha, Kecamatan Malifut Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Kamis (02/10/2019) menyerang warganya, lantaran sepeda motor miliknya disita warga.

Untung saja aksi penyerangan Fahri ini ,mampu ditepis Babinsa setempat. Salah satu korban penyerangan, Isra Abdul Latif mengatakan, kejadian ini bermula, Rabu (02/10/2019) malam, sekitar pukul 22:00 WIT. Ketika itu, masayarakat mendatangi rumah Fahri untuk menyita motornya, sesuai perjanjian dengan Kapolsek bersama terkait pembayaran dana Komdev.

Anehnya, saat sampai di rumah Fahri, sempat terjadi adu mulut antara masyarakat dan Fahri, tiba-tiba saja dirinya ke dapur dan mengambil sebilah parang, lalu mengejar warga. Karena merasa terancam, warga pun balik menyerang dan Fahri pun langsung menyalamatkan diri di salah satu rumah warga, sehingga diamankan Babinsa.

“Ketika kami datangi rumah pak Kades untuk menyita motor, tapi tiba-tiba pak Kades ke dapur dan mengambil parang lalu mengejar kami,” kisah Isra.

Menurut Isra, kericuhan ini dipicu karena Polsek Malifut membebaskan motor Fahri yang dititipkan di Polsek tanpa ada kesepakatan bersama warga.

“Kesepakatan yang dibuat di Polsek Malifut, yakni motor Kades ditahan sampai Kades melunasi sisa uang Comdev ke warga yang belum menerima haknya,” jelas Isra.

Anehnya, saat masyarakat menanyakan ke Polsek, pihak Polsek membuka tangan terkait aduan warga. Padahal, dalam kesepakatan bersama, motor milik Kades tidak bisa diberikan sampai hak-hak masyarakat bisa tersalurkan semua.

“Kami mau motor milik pak Kades tidak bisa diberikan, sampai hak-hak masyarakat bisa tersalurkan, hanya saja pihak Polsek Malifut buka tangan,” sesalnya.

Mirisnya, Kasatrseskrim Polsek Malifut menyebutkan dirinya tidak tahu menahu soal perjanjian warga. Bahkan menuding warga, bahwa isi perjanjian itu tidak memiliki kekuatan hukum.

“Ini ada terjadi dugaan persekongkolan antara Polsek dan Kades, sebab Polsek dan Kades sendiri yang melanggar kesepakatan dana komdev,” tudingnya.

Sementara itu, Kades Ngofakiaha, Fahri Yamin saat dikonfirmasi, membantah jika dirinya melakukan penyerangan terhadap warganya sendiri. “Tidak ada, itu hanya masalah biasa sudah, karena ada masyarakat mengeluarkan bahasa yang tidak enak, dan tara usa kase muat sudah soal Kades ancam pake parang di warga,” singkatnya. (red)

Artikel ini sudah diterbitkan di SKH Posko Malut, edisi Jumat 04 Oktober 2019, dengan judul  Kades Ngofakiaha Serang Warga dengan Parang’

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: