WEDA- pm.com, Proses belajar mengajar di Sekola Menenga Atas (SMA) Negeri 3 Halmahera Tengah (Halteng) benar-benar terganggu aktivitas dari salah satu perusahaan tambang, PT Mineral Resourcer Indonesia (MRI), sub kontraktor dari PT Smart Marsindo.
Pasalnya, lokasi ekploitasi perusahaan sangat dekat dengan sekolah yang ada di Desa Kapaleo itu.
Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Halteng, Satriyanti saat dikonfirmasi poskomalut mengatakan, saat ini seluruh kepala desa ada di Pulau Gebe bersama Kapolsek, Danramil Pulau Gebe serta camat sudah menandatangani berita acara persetujuan pemindahan sekolah.
Sekolah tidak punya pilihan lain selain mengalah kepada tambang demi siswa-siswi merasa nyaman dan aman dalam proses belalar mengajar.
“Jadi solusinya tetap sekolah SMA Negeri 3 Halmahera Tengah (Halteng) tetap harus dipindahkan, karena dampak dari PT MRI sub kontraktor dari PT Smar Marsindo,” akunya, Rabu (4/6/2025).
Satriyanti juga menyampaikan pemindahan sekolah sudah disepakati DPRD Halmahera Tengah.

“Karena lokasi sekolah saat ini sangan dekat sekali dengan perusahaan, dampak aktivitas dari perusahaan itu sangat dirasakan para siswa saat proses belajar,” bebernya.
Lanjutnya, PT Smar Marsindo juga harus siap bertanggung jawab membangun bangunan sekolah yang baru.
Kondisi lokasi sekolah diperparah apabila hujan dengan intesitas tinggi melanda Pulau Gebe.
“Karena kondisi saat ini curah hujannya cukup tinggi jadi masyarakat juga meminta agar sekolah harus dipindahkan ke tempat yang aman,” katanya.
Diketahui, PT Smart Marsindo merupakan perusahaan penambang nikel yang izinnya diterbitkan di masa Bupati Halmahera Tengah, Al Yasin Ali dalam SK Nomor: 540/KEP/330/2012, dengan ulasan konsesi 666,30 hektare. Masa izin waktu operasi dihitung sejak 2012 hingga 2032.



Tinggalkan Balasan