Was-was Kondisi Keuangan Goyah, Pemda Halut Pangkas Program Tak Penting

Sekda Halut, E.J Papilaya.

TOBELO-pm.com, Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara (Halut) mulai was-was dengan kondisi keuangan daerah yang tidak normal.

Mengantisipasi kondisi tersebut, Pemkab Halut  lansung Memangkas sejumlah pembiayaan pada agenda dinilai tidak penting.

Pasalnya, sejumlah sumber Anggaran APBD Tahun 2023 yang tidak maksimal seperti PAD dari Dana Bagi Hasil (DBH) pemerintah provinsi dan pusat.

Selain, itu target PAD dari sejumlah OPD sebanyak Rp130 miliar baru Rp30 miliar yang disetorkan. Hal itu berdampak pada APBD Halut yang menyisahkan utang kepada pihak ketiga.

“Pemda pangkas sejumlah item pembiayaan yang dinilai tidak penting, dan hanya pembiayaan  penting yang bisa dibiayai. Ini Karena PAD kita tidak maksimal masuk ke kas daerah,” ujar Sekda Halut, E.J Papilaya, Jumat (25/08/2023).

Lanjutnya, saat ini Pemda Halut memiliki utang di sejumlah pihak ketiga. Oleh karena itu, untuk menutupi piutang, pemda sudah menghitung dan bakal dimasukan pada perubahan APBD 2023.

“Saat ini kami sudah menghitung semua utang di pihak ketiga atas proyek yang sudah selesai namun belum dibayarkan, maka pada APBD Perubahan utang itu akan dibayarkan, melalui mekanisme pembiayaan peluncuran APBD Perubahan,” jelas Sekda.

Ia menambahkan, Pemda dan DPRD Halut telah melaksanakan paripurna penandatangan nota kesepahaman KUA-PPAS APBD Perubahan Tahun 2023.

“Kami sudah melaksanakan paripurna jadi semua akan dituntaskan pada perubahan APBD Halut Tahun 2023,” tutupnya.

Komentar

Loading...