MABA-pm.com, Sebanyak 29 sekolah di Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) belum mendapatkan sisa biaya operasional sekolah daerah (bosda) triwulan empat tahun 2022.
Hal itu disampaikan langsung Kepala Dinas Pendidikan Haltim, Jamal Esa, Senin (6/2/2023). Jamal menyampaikan ada beberapa faktor penyebab belum dilakukan penyaluran bosda.
“Jadi proses input data sekolah bertepatan dengan waktu tersisa satu hari libur natal dan akhir tahun 2022, sehingga sampai batas waktu pihak bank langsung menutup seluruh transaksi 29 sekolah tersebut, jadi tidak sempat dilakukan pencairan,” ujarnya.
Lanjutnya, kalau masih ada waktu tersisa satu hari sebelum hari libur pada Desember 2022, maka pembayaran bisa diselesaikan.
“Problemnya adalah itu, karena ketika penginputan berlansgusng di bank besoknya pukul 12.00 WIT sudah close,” tuturnya.
Dirinya menerangkan terlambatnya penginputan data di bank bukan kelalaian sekolah. Laporan tiap-tiap sekolah penerima sudah tepat waktu dan tidak ada masalah.
“Saya sudah koordinasi dengan pak sekda dan pak kaban keuangan, dan insya Allah nanti direalisasikan. Mudah-mudahan kalau pak sekda sudah berkantor, maka saya akan temui lagi untuk tindaklanjut langkah pembayaran dan kapan bisa direalisasi. Prinsipnya dinas pendidikan tetap mencari jalan keluar supaya pembayaran bisa terselesaikan,” tandasnya.
Dirinya menambahkan, keterlambatan semacam itu bukan baru terjadi, namun dijumpai tiap tahun. Pemicunya monitoring pengawasan oleh dinas pendidikan belum maksimal. Sedangkan penyebab lainnya yaitu masih kekurangan tenaga teknis.
“Tapi di 2023 ini segala kekurangan kami mulai benahi pelan-pelan sehingga pembayaran dan penggunaan bosda sudah terkontrol. Di 2023 monitoring dan pengawasan dijadwalkan dua kali dalam setahun sehingga bisa meminimalisir masalah. Selain memonitoring termasuk juga pembinaan kepada kepala-kepala sekolah terkait pengelolaan bosda,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan