MOROTAI-pm.com, Dunia pendidikan Morotai kembali tercoreng setelah salah satu Kepala Sekolah (Kepsek) di Kecamatan Morotai Utara (Morut) berinisial RS diduga kuat menyetubuhi muridnya sebut saja Melati (nama samaran), salah satu siswi yang saat ini sudah duduk di bangku SMP kelas I.

Bahkan, tindakan RS itu sejak Melati masih duduk di SD kelas IV hingga kelas 1 SMP. Selain itu, oknum Kepsek itu melakukan perbuatan tidak senonoh sudah berulang kali dan baru terbongkar ketika Melati duduk di bangku kelas I.

Berdasarkan data yang dikantongi media ini, perbuatan Kepsek itu baru diketahui ketika Melati meninggalkan rumahnya karena diduga diajak oknum Kepsek. Bahkan, Melati trauma sehingga menangis dan menceritakan kejadian yang dialaminya.

“Dari cerita yang saya dengar dari adik saya (Melati) itu katanya kejadian pertama itu adik saya masih sekolah SD kelas IV, saat itu kepsek panggil saya pe adik untuk datang ke rumahnya. Setelah dari itu adik saya mungkin trauma jadi menangis. Tapi masalah ini tong (keluarga) baru tahu di hari Sabtu malam kemarin karena tong pe Ade ini tra pulang, padahal dia (oknum Kepsek,) bawa pa dia nanti di hari Senin kemarin baru tong dapa, dari situ dia mulai cerita pa torang keluarga,” cerita Fijai, salah satu kakak korban kepada awak media.

“Kejadian pertama itu pas di bulan puasa, saat kepsek meminta adik saya untuk datang ke rumah. Sejak saat itu hingga bunga masuk Kelas I SMP itu dirinya (Kepsek) Masi tetap mendatangi tong pe Ade untuk berbuat hal-hal yang tidak diinginkan, tapi tong baru tau. Bahkan yang Adik saya cerita itu paling banyak kepsek biking di belakang sekolah,” sambungnya.

Karena merasa sanga dirugikan, keluarga korban terpaksa memidanakan Kepsek untuk bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Torang so (sudah) lapor di kepolisian pada Senin kemarin,” jelas Fijai.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Pulau Morotai, Bripka Sibli Diruang, ketika dikonfirmasi media soal perbuatan Kepsek dan sudah dilaporkan ke Polres Morotai.

“LP sudah masuk di penyidik PPA dan saat ini proses penyelidikan. Saat ini proses pemeriksaan saksi-saksi,”akunya.