LABUHA-pm.com, Satu kru kapal Tugboat Pacifik 19 yang hilang di Dermaga PT Wanatiara Persada beberapa hari lalu telah ditemukan meninggal dunia.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate, Fathur Rahman menjelaskan, tim SAR gabungan menerima info dari Babinsa bahwa di koordinat 01°28’05.86″S / 127°25’39.34″E Jarak 0.81 Nm, Radian 191.18°. Dari titik duga, nelayan setempat menemukan satu jenazah dengan jenis kelamin laki-laki.

Mendapat informasi tersebut, kata Fathur, tim SAR gabungan segera bergerak menuju ke lokasi. Selanjutnya korban dievakuasi menuju ke Klinik Perusahaan PT Wanatiara Persada.

“Korban berhasil di evakuasi dan tiba di klinik pukul 02.16 WIT, pihak keluarga memastikan bahwa jenazah yang dievakuasi tim SAR gabungan merupakan ABK kapal Tugboat yang sedang dalam pencarian,” ucapnya.

Selain itu membeberkan Fahtur, dengan telah ditemukannya korban dalam keadaan meninggal, maka operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup.

Seperti dikutip dari laporan yang diterima Basarnas sebelumnya, pada 08 April 2023 pukul 19.50 WIT, Safety dari PT Wanatiara Persada perintahkan kepada kru Kapal Tugboat Pacifik 19 untuk melepaskan tali pengait tongkang yang bermuatan 4.000 ton feronikel, karena tongkang tersebut akan dipindakan.

Kemudian ketiga kru Kapal Tugboat yakni Eko Pradana, Hardi Pramana Putra dan Ilham berada di tongkang sebelah bermuatan batu bara.

Saat melepaskan tali pengait, tongkang yang bermuatan feronikel mengalami kebocoran di bagian depan, sehingga muatan feronikel sebanyak 4.000 ton tercebur semua kedalam laut, karena posisi tongkat bagian belakang terangkat, lalu ketiga kru kapal Tugboat yang berada di tongkang sebelahnya ikut terjatuh kedalam laut karena benturan dari tongkang yang bocor.