MOROTAI-pm.com, Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI menggelar sosialisasi terkait Mitigasi bencana di kabupaten Morotai.

Kegiatan tersebut bekerjasama dengan Pemda Pulau Morotai bertempat di kantor bupati, Kamis (25/5/2022).

Sekda Morotai Revi F Dara, di hadapan peserta sosialisasi mengatakan, dari letak geografis Kabupaten Pulau Morotai memiliki resiko bencana. Olehnya itu kegiatan yang diadakan KKP dijadikan sebagai bekal masyarakat dalam memahami cara memitigasi dan meminalisir resiko jika terjadi bencana.

“Berapa bulan lalu, di Jakarta kami mengikuti rapat kordinasi penanggulangan bencana dalam rangka penguatan resiliensi berkelanjutan menghadapi bencana. Bapak presiden sempat menyampaikan bahwa, apa yang ditakutin oleh dunia saat ini bukan lagi pandemi, bukan lagi perang,”jelas Revi.

Menurutnya, masalah yang paling mengerikan terkait dengan perubahan iklim adalah soal bencana.

“Tapi yang lebih mengerikan yang ditakuti oleh semua negara adalah perubahan iklim dan perubahan iklim itu menyebabkan frekuensi bencana alam di dunia naik drastis,”katanya.

Dalam acara itu, ia menjelaskan soal arahanpresiden berpesan kepada seluruh pihak terkait, untuk memperkuat sistem peringatan dini. Edukasi dan pelatihan bagi masyarakat. Hal ini dilakukan untuk mengantipasi terjadinya bencana.

“Kita semua ketahui, masih ada masyarakat Morotai yang memilih bermukim di areal rawan longsor dan rawan abrasi. Hal ini tidak lepas dari karakteristik dan mayoritas penduduk kita yang mayoritas adalah petani dan nelayan,” ujarnya.

“Untuk itu, sudah menjadi kewajiban kita untuk memberikan pemahaman tentang sikap apa yang harus kita persiapkan di tengah ancaman bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi,” imbuhnya.

Sementara, Koordinator Mitigasi Bencana dan Adaptasi Berusaha Iklim Kementrian KKP, Fegi Nurhabni mengatakan, cara memilih lokasi, kriteria prioritas terutama yang memiliki resiko tinggi terhadap tsunami dan gempa bumi.

“Kami sudah menetapkan begitu kami tinggal melihat, mana yang paling rentan, memang memang kabupaten/ kota banyak pesisir. Tapi kan kami harus memilih juga mana yang prioritas, dan tahun ini kita pilih Kabupaten Morotai, karena dianggap rawan bencana,”tutupnya.