MABA-pm.com, Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) gagal mendongkrak Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan selama 2018- 2023.
Pasalnya, kontribusi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mempunyai peranan yang cukup penting dalam kegiatan perekonomian di Indonesia khususnya HalmaheraTimur.
Ini dapat dilihat dari kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), karena peningkatan PDRB merupakan salah satu perangkat data ekonomi yang dapat digunakan untuk mengevaluasi kinerja pembangunan ekonomi suatu wilayah.
Wakil Bupati Haltim, Anjas Taher mengakui bahwa terjadi trend penurunan PDRB sektor basis pada bidang pertanian, kehutanan dan perikanan sejak 2018, yakni 20,62% menjadi 18,77% pada 2022, dikarenakan terjadi peningkatan aktivitas pertambangan secara massif.
Mengantisipasi penurunan PDRB akibat dari masifnya aktivitas pertambangan, kata Anjas, pemerintah daerah telah melakukan beberapa upaya untuk mendongkrak nilai tukar terhadap sektor pertambangan.
“Di antaranya pengesahan PERDA Nomor 1 Tahun 2023 tentang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B),” ucap Anjas, Rabu (5/7/2023).
Kemudian, pemberian bantuan bibit dan pembangunan jalan usaha tani dan perkebunan diseluruh kecamatan, serta penerapan pengembangan kawasan perikanan terpadu di wilayah Maba Selatan, Maba Utara dan Wasile Selatan disertai bantuan alat tangkap perikanan. Dan, advokasi di bidang perikanan.


Tinggalkan Balasan