poskomalut, Novita, warga Loloda Kepulauan harus menanggung pilu kehilangan buah hatinya hanya karena pelayan di Puskesmas Dama.
Tepatnya pada pukul 00.00 WIT, Rabu dini hari, anaknya, A Fatihatul M Mar’if (15) mengalami kritis dan harus dilarikan ke Puskesmas setempat.
Setibanya di Puskesmas, Novita tidak mendapati pelayanan kesehatan. Tidak ada petugas medis yang piket. Bahkan, ruang IGD pun ditutup.
Ia sempat mondar mandir memanggil petugas kesehatan, namun tidak bersambut. Melihat kondisi anaknya semakin kritis, Novita langsung mendatangi rumah dinas, ia dapati hanya Kepala Puskesmas, Ferdinan Hehega.
Bukannya mendapat respons yang baik, Kepala Puskesmas hanya bersikap datar terhadap keluhan ibu satu anak itu.
“Kapus tidak menghubungi bawahannya atau bidang. Torang (kami) keluarga kecewa sekali, karena tidak ada pelayanan yang baik bagi torang masyarakat,” ungkap Novita dengan lirih.
Lanjut Novita mengatakan, bagaimana mungkin petugas kesehatan hilang dari tanggung jawab dengan kondisi pasien kritis. Padahal puskesmas statusnya pelayanan 24 jam rawat inap.
Novita berharap, pemerintah daerah bisa melihat kondisi nyata pelayanan kesehatan di Kecamatan Loloda yang jauh dari harapan masyarakat.
Evaluasi seluruh jajaran baik kepala dan tenaga kesehatan di Puskesmas Dama harus dilakukan pemerintah daerah.
“Kalau begini terus bagaimana masyarakat mau berharap pada layanan kesehatan di Puskesmas Dama. Keadaan kritis saja mereka tidak iba sama sekali,” ucapnya.
“Pak Bupati Halmahera Utara tidak boleh menutup mata atas kejadian ini. Mereka (petugas medis) harus menjalankan tugas pelayanan dengan baik, sehingga kejadian ini tidak dialami warga lain,” sambungnya.
Terpisah, upaya konfirmasi kepada Kepala Puskesmas Dama, Ferdinan Hehega via panggilan WhatsApp tidak bersambut hingga berita ini naik tayang.


Tinggalkan Balasan