JAILOLO-PM.com, Angka kasus kecelakaan lalu lintas (Laka lantas) di Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) di tahun 2020 meningkat, ketimbang di tahun sebelumnya. Ditahun 2020 sebanyak 13 laka lantas, sementara di tahun 2019 terdapat 11 kasus.
“Untuk 13 kasus di tahun 2020 menelan korban sebanyak 25 orang, terdapat 6 orang meninggal dunia, 8 orang luka berat dan 11 orang luka ringan,” ungkap Kasatlantas Polres Halbar AKP. Ridwan Usman, Sabtu (09/01).
“Kalau dipresentasikan, angka kecelakaannya naik kurang lebih 20 persen,” sambung Ridwan.
Mantan Kasatlantas Polres Kota Tidore Kepulauan ini menyebutkan, lakalantas di tahun 2020, terdapat 4 tersangka. Diantaranya, 1 tersangka sudah diserahkan ke Kejaksaan Negeri dan 3 orang lainnya meninggal dunia.
“Tersangka yang meninggal dunia itu bertempat di lokasi Sasadu Lamo Desa Acango, dan di depan tempat hiburan malam Mayoma Desa Hatebicara, dan juga di Desa Jalan Baru kecamatan jailolo, sehingga kasusnya bakal dilakukan SP3,” sebutnya.
Ridwan bilang, kecelakaan lalulintas didominasi kendaraan roda dua. Hampir semua yang meninggal, lanjutnya, tidak menggunakan kelengkapan berkendara, sepeti helem.
“Dan ada juga yang sudah menggunakan helm, tapi tidak kancing tali pengamanannya. Sehingga walaupun seseorang menggunakan helm saat kecelakaan, helem bisa lepas dari kepala,” tandas Ridwan.
Dengan mempertimbangkan lakalantas yang terjadi pada dua tahun terakhir, maka Polres Kabupaten Halbar merencanakan melakukan penertiban pekan depan.
“Untuk penertiban ini, terutama penggunaan helem bagi pengendara roda dua,” tegasnya.
“Mudah-mudahan hal ini bisa terwujud walaupun tidak sampai pelanggaran tapi setidaknya kita menekan angka pelanggaran memberikan edukasi supaya bisa ada kemajuan, paling tidak menyangkut dengan helm, kelengkapan kendaraan, plat nomor, termasuk SIM dan STNK,” jelas Ridwan.
Dirinya juga menyebutkan, operasi yang dilakukan beberapa waktu lalu itu sebagai upaya untuk sosialisasi dengan tindakan represif, pihaknya mengedepankan upaya persuasif.
“Hal itu dirasa cukup, untuk melangkah ke penertiban dan penegakan hukum. Entah itu akan dimulai pekan depan, dan bakal dilakukan bertahap,” tuturnya.
Pihaknya mencoba menertibkan masyarakat, baik itu pengendara dengan roda dua, roda empat maupun roda enam.
“Harapan saya, semoga masyarakat tertib berlalulintas dan para orang tua harus mengawasi anaknya yang masih di bawah umur yang belum layak untuk berkendara di jalan umum,” pungkasnya. (wm01/red).



Tinggalkan Balasan